DOI : 10.21776/ub.kusalawa.2021.001.02.03 36 Kusa Lawa, Vol. 1, No. 2, Tahun 2021/ E-ISSN : 2827-8194 INSPIRASI BERUJUNG IRI HATI: JELAJAH KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT KAJOETANGAN SEBAGAI PENDUDUK DESA WISATA Dewi Ariyanti Soffi a , Fahrun Nisa’ b , Jamilatul Fitriyah c , Tita Aulia d abcd Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya, Malang, Indonesia dewiariyanti50@gmail.com Abstrak Inspirasi Berujung Iri Hati: Jelajah Kehidupan Sosial Masyarakat Kajoetangan Sebagai Penduduk Desa Wisata. Kawasan Kajoetangan Kota Malang berada di jalan Basuki Rahmat yang menjadi bagian dari tiga kelurahan yakni Kelurahan Kauman, Kelurahan Klojen dan Kelurahan Oro Oro Dowo dalam lingkup kecamatan Klojen, Kota Malang. Gagasan “Kampung Heritage” muncul dan di pelopori oleh pemerintah sebagai upaya konservasi peninggalan bangunan dari masa kolonial. Selain itu, gagasan kampung heritage berupaya untuk membangun serta menghidupkan kembali terkait “memori kolektif” bagi masyarakat setempat maupun wisatawan yang merasa punya keterkaitan emosi dengan hingar-bingar masa lalu Kajoetangan. Gagasan “Kampung Heritage yang menggandeng tiga Rukun Warga (RW) yaitu RW 01, 09, dan 10 tidak semerta-merta mampu membangkitkan kesadaran wisata. Perbedaan pola pikir hingga kondisi ekonomi diisukan sebagai dalang dari ketiadaan langkah kaki masyarakat yang selaras dalam membangun kampung heritage melalui misi yang sama. Penelitian ini membahas mengenai upaya masyarakat lokal dalam membangun ingatan kolektif tentang kawasan Kajoetangan tempo doeloe melahirkan iri hati bagi sebagian masyarakatnya. Hasil penelitian menunjukkan membangun kesadaran sejarah maupun wisata ditengah masyarakat dengan pola pikir yang beragam merupakan tantangan besar bagi penggiat sejarah Kampung Heritage Kajoetangan. Menjadi minoritas (secara tersirat) yang mendukung penuh pengadaan kampung heritage nyatanya menciptakan keresahan dan kegelisahan akan masa depan ”Kampung Heritage”. Kata Kunci: Malang; Kampung Heritage Kajoetangan; bangunan; sejarah; memori kolektif Abstract Inspiration Leads to Envy: Exploring the Social Life of the Kajoetangan Community as Tourist Villagers. The Kajoetangan area of Malang City is located on Basuki Rahmat Street which is part of three urban villages, namely Kauman Village, Klojen Village and Oro-oro Dowo Village within the Klojen District, Malang City. The idea of "Kampung Heritage" emerged and was pioneered by the government as an effort to conserve building heritage from the colonial period. In addition, the idea of a heritage village seeks to build and revive the "collective memory" for local people and tourists who feel they have an emotional connection with the frenetic past of Kajoetangan. The idea of "Kampung Heritage" which collaborates with three Pillars of Citizens (RW), namely RW 01, 09, and 10 is not immediately able to raise tourism awareness. Differences in mindset and economic conditions are rumored to be the mastermind behind the absence of harmonious community steps in building heritage villages through the same mission. This study discusses the efforts of local communities in building collective memories of the Kajoetangan area in the past that gave birth to envy for some of the people. The results showed that building historical and tourism awareness in the community with a diverse mindset is a big challenge for the historical activists of the Kajoetangan Heritage Village. Being a minority (implicitly) who fully supports the procurement of heritage villages in fact creates unrest and anxiety about the future of "Kampung Heritage". Keywords: Malang; Kajoetangan Heritage Village; buildings; history; collective memory