Jurnal Pertanian Agroteknologi Undar Vol 1, No 1 : 1-7, Juli 2024 Pengenalan Warna Tanah, Status Bahan Organik, Notasi Munsel Dan Pengamatan Tanah di Lapangan Anindira Sabila Keyza Ruqqayya Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Tidar Email : anindira.sabila.keyza.ruqqayya@students.untidar.ac.id Abstrak Warna tanah adalah suatu indikator yang sering digunakan untuk menentukan kulitas suatu tanah. Warna tanah yang berbeda-beda disebabkan kandungan bahan organik yang dimiliki setiap lapisan tanah. Warna tanah sering diidentifikasi dengan Munsell Soil Color Chart atau buku warna tanah dengan membandingkan warna sampel tanah di lapangan. Proses oksidasi dan reduksi mempengaruhi terakumulasinya bahan organik untuk menghasilkan warna pada tanah. Dalam pertanian mengetahui warna tanah membantu petani dalam membuat keputusan mengenai jenis tanaman yang cocok untuk ditanam, kebutuhan pemupukan, dan teknik pengelolaan tanah yang sesuai. Warna tanah yang lebih gelap biasanya menunjukkan kandungan bahan organik yang tinggi. Kata kunci : warna tanah, bahan organik, iklim dan munsel soil color chart 1.Warna Tanah Warna tanah adalah gabungan berbagai warna komponen penyusun tanah yang berhubungan dengan luas permukaan, proporsi, dan kandungan mineral. Warna tanah dapat menunjukkan beberapa sifat umum dan proses kimia di bawah permukaan (Handayani dan Karnila, 2018). Warna tanah tidak mempengaruhi perilaku dan penggunaan tanah tetapi menunjukkan komposisi tanah dan memberi petunjuk pada kondisi dimana tanah tersebut berada. Tanah dapat berwarna abu-abu, hitam, putih, merah, coklat, kuning, atau bahkan hijau dalam beberapa situasi. Perkembangan dan distribusi warna di tanah dihasilkan dari pelapukan kimia dan biologi terutama reaksi redoks. Mineral utama dalam tanah dan cuaca menyebabkan unsur-unsur bergabung menjadi senyawa baru dan menghasilkan tanah yang berwarna-warni. Perbedaan warna tanah umumnya disebabkan bahan organik semakin tinggi bahan organik maka warna tanah semakin gelap. 2.Bahan Organik Bahan organik tanah adalah bahan yang kompleks dan dinamis, berasal dari sisa tanaman dan hewan di dalam tanah dan mengalami perombakan secara terus menerus. Mikroba perombak bahan organik memberikan warna kecoklatan hingga merah mempunyai temperature optimum yang berbeda untuk pertumbuhannya. Bakteri yang dikelompokkan ke dalam psychrophiles berkembang pada temperatur -5-25°C, bakteri mesophiles ke dalam psychrophiles berkembang pada temperatur -5-25°C, bakteri mesophiles mempunyai temperatur optimum 15-45°C dan temperatur optimum untuk bakteri struktur tanah dari halus pada sistem pertanian konvensional menjadi sedang, thermophiles adalah 45-70°C (Utomo, 2016). Kecepatan perombakan bahan organik lebih tinggi pada temperatur yang tinggi. Pemberian bahan organik tidak hanya menghasilkan kondisi fisik tanah yang baik, tetapi juga menyediakan bahan organik hasil pelapukan yang dapat menambah unsur hara bagi