44 J.Indon.Trop.Anim.Agric. 32 [1] March 2007 FERMENTABILITAS RUMEN SECARA IN VITRO TERHADAP SAMPAH SAYUR YANG DIOLAH [The In Vitro Rumen Fermentability on the Processed Vegetable Waste] A. Muktiani, B.I.M. Tampoebolon, dan J. Achmadi Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro, Semarang Received September 2, 2006; Accepted December 4, 2006 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fermentabilitas rumen dari sampah sayur terolah secara in vitro. Kajian dilaksanakan dengan 2 percobaan. Percobaan pertama bertujuan untuk memilih pengolahan terbaik untuk sampah sayur. Sampah sayur dari pasar tradisional di Kota Semarang difermentasikan dengan Lacto- bacillus bulgaricus dan bolus rumen sebagai inokulan yang masing-masing menggunakan aditif onggok, dedak padi, dan tepung biji jagung. Lama fermentasi pada masing-masing kombinasi perlakuan adalah 0, 1, 2, dan 3 minggu. Kemudian masing-masing kombinasi perlakuan inokulan, aditif, dan lama fermentasi ditetapkan kadar air, protein kasar, serat kasar, neutral detergent fiber, dan acid detergent fiber. Diantara kombinasi perlakuan dipilih sesuai penggunaan L. bulgaricus dan bolus rumen yang terbaik. Pemilihan didasarkan atas skor yang diberikan pada parameter-parameter yang diobservasi. Hasil percobaan menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan menggunakan aditif dedak dan lama fermentasi selama 1 minggu merupakan proses pengolahan terbaik yang menggunakan L. bulgaricus (SSLB). Kombinasi perlakuan menggunakan aditif dedak dan lama fermentasi selama 2 minggu merupakan proses pengolahan terbaik yang menggunakan bolus rumen (SSBR). Pada percobaan kedua, SSLB dan SSBR dibandingkan dengan rumput Gajah (Pennisetum purpureum, RG), sampah sayur dari Tempat Pembuangan Akhir Jati Barang Kota Semarang (SSTPA), sampah sayur dari pasar tradisional (SSPT) berdasarkan atas fermentabilitasnya dalam rumen secara in vitro. Parameter fermentabilitas dalam rumen secara in vitro adalah kecernaan bahan kering (BK) dan bahan organik (BO), serta produksi VFA dan NH 3 rumen. Uji fermentabilitas rumen secara in vitro menggunakan cairan rumen sapi dan saliva buatan. Hasil percobaan menunjukkan bahwa kecernaan BK dan BO dari RG lebih rendah (P<0,05) daripada SSPT, namun kecernaan BK dan BO dari SSTPA, SSLB, dan RG tidak berbeda nyata. Produksi VFA dan NH 3 rumen daripada RG, SSTPA, SSLB, dan SSBR tidak berbeda nyata. Produksi VFA rumen dari SSPT lebih tinggi (P<0,05) dari RG, SSTPA, SSLB, dan SSBR. Produksi NH 3 rumen dari SSPT, SSLB, dan SSBR tidak berbeda nyata. Produksi NH 3 rumen dari RG dan SSTPA lebih rendah (P<0,05) daripada SSPT, SSLB, and SSBR. Fermentasi menggunakan L. bulgaricus dan dedak selama 1 minggu adalah terbaik untuk pengolahan sampah sayur. Hasil penelitian ini dapat diterapkan pada kajian lanjut yang difokuskan untuk substitusi rumput gajah dengan sampah sayur yang diolah bagi ransum ruminansia. Kata kunci : pengolahan, sampah sayur, fermentabilitas rumen, in vitro ABSTRACT This experiment was objected to study the in vitro rumen fermentability on the processed vegetable waste. The study was accomplished by two experiments. The first experiment was aimed to select the best processing for vegetable waste. The vegetable wastes from a traditional market in Semarang City were fermented using Lactobacillus bulgaricus and rumen bolus with cassava waste, rice bran, and maize grain as additives. In each combined treatment of innoculant and additive was fermented in anaerob conditon for 0, 1, 2, and 3 weeks, respectively. In each combined treatment of innoculant, additive, and fermentation time was analyzed for its moisture, crude protein, crude fiber, neutral detergent fiber and acid detergent fiber