KURVATEK Vol.5. No. 2, November 2020, pp.61- 70 ISSN: 2477-7870 61 Received March 24, 2020; Revised November 4, 2020; Accepted November 5, 2020 KEMAMPUAN GEOLOGI TEKNIK UNTUK PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA DAERAH EMBUNG JURANG JERO, HARJOBINANGUN, PAKEM, SLEMAN, YOGYAKARTA Wisnu Aji Dwi Kristanto 1 , I Putu Gema Bujangga 1 Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta Email : wisnuaji@upnyk.ac.id Abstrak Embung merupakan bangunan buatan dengan fungsi utama menampung dan menyalurkan air permukaan. Namun demikian, embung memiliki daya tarik wisata yang mulai menjadi trend masyarakat. Pengembangan embung sebagai fungsi wisata wajib didukung aspek teknis, salah satunya adalah kemampuan Geologi Teknik yang menjadi tolok ukur kesesuaian lahan. Embung Jurang Jero dibangun pada tahun 2009 di Dusun Jurang Jero, Harjobinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta, dengan kapasitas menampung air sebesar 32.828,88 m 3 . Terletak pada lereng bawah Gunungapi Merapi, dengan daya tarik alam yang mendukung dikembangkan menjadi kawasan wisata. Dengan demikian, menarik dilakukan penelitian kemampuan Geologi Teknik daerah Embung Jurang Jero untuk pengembangan kawasan wisata yang berwawasan lingkungan. Penelitian ini dilakukan dengan pemetaan serta analisis pembobotan parameter pendukung, terdiri dari: daya dukung batuan dan tanah, kemiringan lereng, potensi bencana geologi, kedalaman muka air tanah, kemudahan penggalian, dan tata guna lahan. Hasil penelitian menunjukkan tiga zona kemampuan Geologi Teknik untuk pengembangan kawasan wisata berupa zona kemampuan tinggi, menengah, dan rendah. Kata kunci: kemampuan, Geologi Teknik, embung, wisata, Jurang Jero. Abstract Embung is an artificial building with the main function of collecting and distributing surface water. However, embung has a tourist attraction that is starting to become a trend of society. The development of the embung as a function of tourism must be supported by technical aspects, one of which is the engineering geology capability which is a measure of land suitability. Embung Jurang Jero was built in 2009 in Jurang Jero village, Harjobinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta with a capacity to accommodate 32,828.88 m 3 of water. Located on the lower slopes of Merapi Volcano with natural attractions that support being developed into a tourist area. Thus, it is interesting to do research on the engineering geology capability of the embung Jurang Jero area for the development of environmentally friendly tourism areas. This research was conducted by mapping and weighting analysis of supporting parameters consisting of rock and soil carrying capacity, slope, geological hazard potential, groundwater depth, ease of excavation, and land use. The results showed three zones of engineering geology capability for the development of tourist areas in the form of high, medium, and low capability zones. Keywords: capability, Engineering Geology, embung, tourism, Jurang Jero. 1. Pendahuluan Pembangunan embung di Yogyakarta kini banyak dilakukan. Menurut data Dinas Pekerjaan Umum Pengembangan Sumber Daya Air (PUPSDA) sejak tahun 2005 hingga saat ini, telah dibangun 23 embung yang tersebar cukup merata di seluruh wilayah Yogyakarta. Pada tahun 2019, terdapat 2 embung yang sudah dibangun, 12 embung sudah diDetail Engineering Design (DED), embung sedang berjalan DED, serta masih terdapat 9 program usulan pembangunan embung [1]. Embung merupakan bangunan teknik buatan yang berfungsi untuk menampung dan mendistribusikan air permukaan. Di samping menjalankan fungsi tersebut, embung memiliki karakter yang menarik sehingga berpotensi untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata guna meningkatkan perekonomian masyarakat. Namun demikian, agar fungsi utama embung tetap terjaga dan berfungsi