Volume 6 Nomor 4 Desember 2022 p-ISSN : 2614-5251 e-ISSN : 2614-526X SELAPARANG. Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan 1661 PELATIHAN KOMITE PEMBELAJARAN BAGI SEKOLAH PENGGERAK DI PROVINSI RIAU Yeza Febriani 1) , Mohammad Ali Mahmudi 2) , Cisilia Sundari 3) , Arif Rahman Saleh 4) 1) Prodi Teknik Informatika, STMIK Bina Patria, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia 2) Prodi Manajemen Informatika, STMIK Bina Patria, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia 3) Prodi Sistem Informasi, STMIK Bina Patria, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia 4) Prodi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Tidar, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia Corresponding author : Yeza Febriani E-mail : yezafebriani@stmikbinapatria.ac.id Diterima 25 Agustus 2022, Direvisi 11 November 2022, Disetujui 15 November 2022 ABSTRAK Kegiatan pelatihan komite pembelajaran ini merupakan Langkah awal sekolah dalam pelaksanaan program sekolah penggerak di Provinsi Riau. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi sekolah terutama kepala sekolah dan guru dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka di sekolah. Prinsip pembelajaran Pelatihan Komite Pembelajaran pada Program Sekolah Penggerak yaitu: a) Andragogi, b) Pembelajaran mandiri (aktif mencari bahan belajar lain di luar platform untuk menunjang proses pemahaman), c) Kolaborasi dan berbagi pengalaman antar peserta, d) Reflektif (berdasarkan pengalaman), e) Memperhatikan keragaman karakter peserta, f) Partisipasi dan interaksi, g) Fokus pada pencapaian kompetensi. Metode pelatihan yang digunakan adalah MERRDEKA yaitu mulai dari diri, eksplorasi konsep, ruang kolaborasi, refleksi terbimbing, demonstrasi kontekstual, elaborasi pemahaman, koneksi antar materi, serta aksi nyata. Berdasarkan Hasil dari kegiatan ini diperoleh peningkatan nilai pretest sebelum dilakukan kegiatan sebesar 60 dan hasil postest yang dilakukan setelah kegiatan memperoleh nilai sebesar 84. Kata kunci: sekolah penggerak; komite pembelajaran; kurikulum merdeka ABSTRACT This learning committee training mentoring activity is the school's first step in implementing the driving school program in Riau Province. This training aims to improve the competence of schools, especially principals and teachers in implementing an independent curriculum in schools. The learning principles of the Learning Committee Training in the Driving School Program are: a) Andragogy, b) Independent learning (actively looking for other learning materials outside the platform to support the understanding process), c) Collaboration and sharing of experiences between participants, d) Reflective (based on experience) , e) Paying attention to the diversity of participants' characters, f) Participation and interaction, g) Focusing on competency achievement. Based on the results of this activity, an increase in the pretest score before the activity was carried out by 60 and the posttest result after the activity obtained a score of 84. Keywords: driving school; learning committee; independent curriculum PENDAHULUAN Pendidikan di abad 21 saat ini telah mengarah pada pemanfaatan teknologi secara menyeluruh, ditambah lagi dengan adanya pandemi covid 19 semangkin mempertegas posisi teknologi dalam mempengaruhi dunia pendidikan, terkhusus di Indonesia (Zahara et al, 2022). Masa pandemi Covid-19, krisis pembelajaran yang ada menjadikan pendidikan mengalami ketertinggalan pembelajaran (learning loss) dan meningkatnya kesenjangan pembelajaran antar wilayah dan antar kelompok sosial-ekonomi. Untuk memulihkan pembelajaran pascapandemi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) meluncurkan Merdeka Belajar Episode Kelima belas: Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar sebagai perwujudan dari Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 56/M/2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran. Adapun Konsep Merdeka Belajar menurut pendapat (Sherly et al, 2020) “mengembalikan sistem pendidikan nasional kepada esensi undang-undang untuk memberikan kemerdekaan sekolah menginterpretasi kompetensi dasar kurikulum menjadi penilaian mereka”.