Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Volume: 3 | Nomor 1 | April 2023 | E-ISSN: 2798-365X | DOI: 10.47709/educendikia.v3i01.2408 191 Literatur Pendidikan Akhlak dalam Prespektif Kitab Ayyuhal Walad Karya Imam Al-Ghazali Author: Ahmad Zamzamiy Mushoffa Zain 1 Yuni Mariani Manik 2 Afiliation: PGSD Universitas Terbuka UPBJJ Malang 1, Universitas Kanjuruhan PGRI Malang 2 Corresponding email yuni@unikama.ac.id Histori Naskah: Submit: 2023-06-09 Accepted: 2023-06-13 Published: 2023-06-13 This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License Abstrak: Artikel ini membahas tentang gagasan dan pemikiran tentang pendidikan akhlak dari sudut pandang Imam al-Ghazali, yang tertuang dalam Kitab Ayuhal Walad, berisi pesan-pesan dari risalah Imam al-Ghazali kepada murid-muridnya. Secara garis besar mencakup dua aspek. Pertama, akhlak dalam beribadah. Kedua, moralitas dalam belajar mengajar. Banyak pelajaran yang bisa dipetik dari kitab Ayyuhal Walad. Imam al-Ghazali memasukkan kedekatan emosional sebagai guru kepada siswa, seperti orang tua dan anak, sehingga siswa tidak merasa tidak nyaman dan nyaman menjaga norma. sopan santun kepada guru (Aderibigbe, 2018) Buku Ayyuhal Walad tidak hanya menjadi referensi bagi siswa yang berakhlak mulia, tetapi juga menjadi referensi keteladanan bagi pendidik umum dan umat Islam dalam pendidikan moral dan pendidikan spiritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Imam Al-Ghazali mendasarkan pemikirannya tentang pendidikan pada aspek moral, yang melibatkan pembinaan budi pekerti dan penanaman sifat-sifat keutamaan pada anak didik. Pendekatan ini melibatkan metode pendidikan langsung dan tidak langsung, seperti mengaplikasikan kebiasaan yang baik dalam aktivitas keagamaan. (Rahman, 2019) Pendidikan akhlak telah diterapkan di setiap jenjang pendidikan di sekolah, baik secara langsung maupun tidak langsung. Di dalam pendidikan madrasah, pendidikan akhlak memiliki mata pelajaran yang disebut Aqidah Akhlak.sedangkan lembaga pendidikan non-madrasah atau umum, materi pendidikan akhlak tercakup dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (Mentari, 2022). Kata kunci: Ayyuhal Walad, Imam Al-Ghazali, Pendidikan Akhlak, Pendidikan Moral, Pendidikan Spiritual. Pendahuluan Sikap religius adalah sikap yang dilandasi nilai nilai agama. Sikap religius juga diartikan sebagai “selalu mengingat Tuhan” dan semua tindakan kita diterima sebagai tindakan yang selalu diatur oleh Tuhan. Kehidupan modern saat ini telah mengembangkan fluiditas kehidupan teknologimekanis, tetapi juga menciptakan krisis etika dan moral. Krisis etika dan moral tidak hanya melanda lapisan masyarakat bawah, tetapi juga berdampak pada birokrasi negara dari atas hingga bawah. (ARTIKEL JOHAN, n.d.) Selama periode ini, lembaga pendidikan mengalami sejumlah fenomena, antara lain: Siswa yang suka menghina, berbicara kotor serta memperbudak temannya (santri-pondok) Siswa yang menantang gurunya (santri-pondok) Siswa yang melapor kepada gurunya (santri-pondok) Polisi Dunia gagal membangun etika dan dimensi moral. Oleh karena itu, anak dan remaja harus dibimbing agar menjadi generasi muda yang berguna bagi tanah air dan negara. Di sini, pendidikan agama Islam, khususnya sikap keagamaan, memegang peranan penting dalam aspek kehidupan, baik di rumah, di sekolah maupun di lingkungan masyarakat.(Baharuddin & Wahyuni, 2015)