Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 3, No. 2 April 2023, Hal. 257-262 DOI: https://doi.org/10.52436/1.jpmi.982 P-ISSN 2775-3034 | E-ISSN 2775-3026 257 Penguatan Masyarakat Melalui Pengorganisasian dan Peningkatan Organisasi PKK dalam Memanfaatkan Limbah Sawit Alexander Phuk Tjilen* 1 , Beatus Tambaip 2 , Ruloff Fabian Yohanis Waas 3, Paul Adryani Moento 4 , Erwin Nugraha Purnama 5 1,2,4,5 Jurusan Ilmu Administrasi Negara, FISIP, Universitas Musamus, Indonesia 3 Jurusan Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Musamus, Indonesia *e-mail: alexander@unmus.ac.id 1 , beatus@unmus.ac.id 2 , ruloffwaas@gmail.com 3 , paulmoento@unmus.ac.id 4 , erwin92@unmus.ac.id 5 Abstrak Gerakan masyarakat ini bertujuan untuk memperluas informasi dan keterampilan organisasi PKK dalam mengawasi tandan dan menyiapkan limbah sawit dan hewan. Tindakan ini didorong oleh kondisi Kampung Muting, sebagai kawasan yang berkembang pesat di wilayah Merauke. Wilayah Ini merupakan salah satu sasaran yang paling utama untuk diaktualisasikan secara serius dan serius dalam kebijakan perbaikan kelapa sawit di Merauke. Kondisi ini memiliki sasaran untuk ibu ibu rumah tangga. Muncul alamat bagaimana limbah kelapa sawit bisa dimanfaatkan? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, dilakukan latihan persiapan dan penyuluhan dengan menggunakan metode persiapan dan penyuluhan administrasi terbuka dan Teknologi Tepat Guna (TTG) dilakukan dalam tandan dengan materi pengetahuan administrasi, administrasi dan inovasi limbah kelapa sawit dan hewan. Hasil berupa Pertama-tama, informasi dan kemampuan untuk mengawasi tandan. Kepiawaian dalam menangani limbah sawit dan ternak menjadi piring, tikar, briket dan pupuk. Perlakuan pemanfaatan limbah ini diharapkan dapat menjadi alternatif upah rumah tangga masyarakat dan petani kelapa sawit mandiri, terutama di tengah masa restorasi kelapa sawit (replanting). Kata kunci: Limbah Sawit, Organisasi PKK, Penguatan Masyarakat Abstract This community movement aims to broaden the information and skills of PKK organizations in monitoring bunches and preparing palm oil and animal waste. This action was driven by the conditions of Kampung Muting, as a rapidly developing area in the Merauke region. This area is one of the most important targets to be actualized seriously and seriously in the oil palm improvement policy in Merauke. This condition has a target for housewives. The address appears how palm oil waste can be utilized? To answer this question, preparatory and counseling exercises were carried out using open administration preparation and counseling methods and Appropriate Technology (TTG) carried out in bunches with administrative knowledge, administration and innovation of oil palm waste and animals. The result is First of all, information and ability to monitor the bunch. Expertise in handling palm oil and livestock waste into dishes, mats, briquettes and fertilizer. The treatment of utilizing this waste is expected to be an alternative to community household wages and independent oil palm smallholders, especially during the oil palm restoration (replanting) period. Keywords: Community Strengthening, Palm Waste, PKK Organizations. 1. PENDAHULUAN Salah satu subsektor pertanian adalah perkebunan. Ada dua pola dalam pengelolaan usaha perkebunan yang salah satunya adalah pola perkebunan rakyat yang dicirikan oleh berbagai kelemahan antara lain: diusahakan di lahan relative sempit dengan cara tradisional, produktivitas dan mutu rendah, posisi dalam pemasaran hasil lemah. Sebaliknya pola perkebunan besar dimana pengelolaannya diusahakan secara modern, dengan teknologi maju [1]. Kelapa sawit mempunyai peran yang cukup strategis dalam perekonomian Indonesia. Pertama, minyak sawit merupakan salah satu dari sembilan bahan pokok kebutuhan masyarakat sehingga harganya harus terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Kedua, sebagai salah satu komoditas pertanian andalan ekspor non migas, sebagai sumber perolehan devisa maupun pajak. Ketiga, menciptakan kesempatan kerja dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat [2]. Laju pertumbuhan areal perkebunan kelapa sawit ditandai dengan peningkatan