Original Article
285
Volume 5, Number 3, February, (2022), pp. 285-293
ISSN 2580-2046 (Print) | ISSN 2580-2054 (Electronic)
Pusat Kajian Penelitian dan Pengembangan Bimbingan dan Konseling
DOI: 10.26539/teraputik.53802
Open Access | Url: https://journal.unindra.ac.id/index.php/teraputik/index
Analisis Alat Identifikasi Anak Berbakat Akademik Untuk
Layanan Bimbingan Dan Konseling
Dede Rahmat Hidayat
1*)
Universitas Negeri Jakarta
*) Alamat korespondensi: Jl. Ramawangun Muka No 1 Jakarta Timur, Kode Pos, 13220, Indonesia;
dederhidayat@unj.ac.id
Article History:
Received: 24/11/2021;
Revised: 24/01/2022;
Accepted: 09/02/2022;
Published: 22/02/2022.
How to cite:
Hidayat, D. R. (2022). Analisis
Alat Identifikasi Anak Berbakat
Akademik Untuk Layanan
Bimbingan Dan Konseling.
Teraputik: Jurnal Bimbingan dan
Konseling, 5(3), pp. 285-293.
DOI: 10.26539/teraputik.53802
This is an open
access article
distributed under the Creative
Commons 4.0 Attribution
License, which permits
unrestricted use, distribution,
and reproduction in any medium,
provided the original work is
properly cited. © Year,
Author(s).
Abstract: Guidance and counselling services for academically gifted children have not received
adequate attention. The focus of BK services in schools is very oriented towards “normal”
children. It seems to be triggered by an unidentified level of need. Statistically, the number of
children who have academic talent is relatively less than normal children. In Purdue's three-
stage model for guidance and counselling services for academically gifted children, it begins
with identifying giftedness. This article will discuss the concept of giftedness, the instruments
that are used to identify academic giftedness at the age of children such as the Gifted Rating
Scale (GRS), Gifted evaluation scale (GES), Scales for Identifying Gifted Students (SIGS),. All of
these instruments have varying measurement dimensions, each instrument has advantages
and disadvantages.
Keywords: Giftedness Identification Measurement, GRS, GES, SIG
Abstrak: Layanan Bimbingan dan konseling anak berbakat akademik, relative belum mendapat
perhatian yang memadai. Fokus layanan BK di sekolah sangat berorientasi kepada anak
“normal”. Tampaknya dipicu oleh tingkat kebutuhan yang tidak teridentifikasi. Secara statistic
jumlah anak yang memiliki bakat akademik relative lebih sedikit dibanding dengan anak
normal. Dalam Purdue three stage model for glayanan Bimbingan dan konseling anak berbakat
akademik dimulai dengan mengidentifikasi keberbakatan. Artikel ini akan membahas konsep
keberbakatan, instrument-instrumen yang menjadi alat identifikasi berbakat akademik pada
usia anak-anak seperti Gifted Rating Scale (GRS), Gifted evaluation scale (GES), Scales for
Identifying and Gifted Students (SIGS). Semua instrument tersebut memiliki dimensi
pengukuran yang bervariasi, masing-masing instrument memiliki kelebihan dan kekurangan.
Kata Kunci: Alat Identifikasi Keberbakatan, GRS, GES, SIG
Pendahuluan
Merujuk kepada model Purdue Three stage model yang merupakan kerangka kerja
umum dalam pengembangan program dan kurikulum Pendidikan anak berbakat akademik
dijelaskan bahwa peran Bimbingan dan konseling sangat penting, Peran-peran tersebut
meliputi talent identification, education counselling, career counselling dan personal counselling
(Robinson, 2015), karena menurut Silverman yang dikutip oleh Wahab (Wahab, 2010) anak
berbakat mengalami beberapa masalah berupa
1. Kebingungan tentang makna keberbakatan ?
2. Perasaan akan perbedaan, ?
3. Perasaan akan ketidaktepatan ?
4. Kritik terhadap diri sendiri ?
5. Tingkat konflik internal yang meningkat ?
6. Kurangnya pemahaman diri dari orang lain
Dalam ranah Bimbingan dan konseling gifted and talented merupakan bagian dari BK
khusus karena dilakukan pada kelompok anak yang memiliki keistimewaan dan istilah yang
disematkan adalah Anak berbakat akademik (ABA) (Wahab, 2010). Walaupun harus diakui