Informatika Mulawarman : Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer Vol. 14, No. 2, September 2019 111 e-ISSN 2597-4963 dan p-ISSN 1858-4853 DOI: http://dx.doi.org/10.30872/jim.v14i2.1986 Prediksi Jumlah Permintaan Telur Ayam Menggunakan Metode Trend Moment Indyah Hartami Santi 1) , Arif Rahmat Saputra 2) 1, 2) Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Islam Balitar Jl. Majapahit No.2-4 Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur 66137 E-Mail : indyahartamisanti@gmail.com 1) arifsaputra932@gmail.com 2) ABSTRAK Permintaan telur ayam yang fluktuatif membuat PT. Jatinom Indah Group sering mengalami penumpukkan dan kekurangan jumlah produk telur ayam. Prediksi jumlah permintaan telur ayam dinilai sebagai suatu solusi yang mampu menyelesaikan permasalahan tersebut. Prediksi dihitung menggunakan metode Trend Moment, yang memiliki hasil prediksi cenderung meningkat berdasarkan data sebelumnya (historis). Trend Moment menghitung data jumlah penjualan telur ayam selama bulan yang sama pada 2 tahun sebelumnya untuk mendapatkan hasil prediksi jumlah permintaan telur ayam yang akan datang. Pengujian dilakukan dengan menguji hasil prediksi untuk bulan September tahun 2017 sampai dengan bulan Juli tahun 2018. Hasil dari pengujian yang dilakukan pada sistem prediksi jumlah permintaan telur ayam, memiliki tingkat keakuratan yang tinggi berdasarkan nilai rata-rata kemungkinan kesalahan sebesar 1,4%. Kata Kunci – Jumlah Permintaan Telur Ayam, Prediksi, Trend Moment. 1. PENDAHULUAN Telur ayam merupakan salah satu sumber protein hewani yang memberikan sumbangan terbesar bagi tercapainya kecukupan gizi masyarakat. Telur ayam banyak mengandung berbagai jenis protein berkualitas tinggi termasuk mengandung semua jenis asam amino esensial bagi kebutuhan manusia. Telur ayam juga mengandung berbagai vitamin dan mineral, termasuk vitamin A, riboflavin, asam folat, vitamin B6, vitamin B12, magnesium, calcium dan potassium (Faikoh, 2014). Telur ayam juga merupakan makanan termurah sumber protein yang lengkap, satu butir telur berukuran besar mengandung sekitar 7 gram protein (Santoso, 2007). Berdasarkan informasi mengenai gizi yang terkandung di dalam telur ayam, maka dapat diketahui bahwa telur ayam sangat bermanfaat bagi tubuh karena kandungan protein yang tinggi, khususnya pada protein hewani. PT. Jatinom Indah Group adalah salah satu perusahaan peternakan yang bergerak dalam bidang distribusi dan gudang produk telur ayam, yang terletak di Desa Jatinom, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Berdasarkan hasil dari penelitian dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti pada PT. Jatinom Indah Group, permasalahan yang sering terjadi di dalam perusahaan adalah sering terjadinya kekurangan maupun penumpukkan jumlah produk telur ayam yang akan dipasarkan, tidak sesuai dengan jumlah permintaan dari konsumen. Berdasarkan permasalahan diatas, diperlukan suatu sistem yang dapat digunakan dalam memperkirakan berapa jumlah produk telur ayam yang akan dipasarkan sesuai dengan jumlah permintaan konsumen, dengan suatu metode tertentu. Sehingga tidak lagi terjadi kekurangan maupun penumpukkan jumlah produk telur ayam yang dapat merugikan pihak perusahaan. Salah satu metode yang dapat digunakan dalam memperkirakan jumlah permintaan telur ayam adalah dengan menggunakan metode Trend Moment. Karena metode ini cocok untuk memprediksi jangka menengah atau jangka panjang (Amrullah, 2008), dan juga hasil prediksi cenderung meningkat atau mengalami Trend Positif. Selain itu analisis trend dalam metode ini juga tidak ada ketentuan jumlah data historis (n) yang dianalisis, tetapi semakin banyak jumlah data (n) maka semakin baik hasil perhitungannya (Muthia, 2013). Berdasarkan ulasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan membuat sebuah sistem aplikasi prediksi dengan menggunakan metode Trend Moment, untuk memprediksi berapa jumlah permintaan telur ayam yang harus disediakan pada periode berikutnya guna memenuhi permintaan konsumen. Dengan adanya sistem ini diharapkan mampu memaksimalkan jumlah permintaan telur ayam pada periode berikutnya, demi mencapai keuntungan yang sebesar-besarnya dan tidak merugikan bagi pihak perusahaan. Penelitian terdahulu yang dilakukan dengan mengutamakan analisa perhitungan peramalan dilakukan oleh (Solehah, 2016), (Kusrini & Utami, 2016), (Poernomo et al., 2016) dan (Kusuma, Santi, & Setiawan, 2017). Untuk penelitian yang berobyekan telur dilakukan oleh (Benbuleuen, 2018) (Yusuf, Widayat, & Hatip, 2018) dan (Bandrang, 2017). Sedangkan penelitian yang dilakukukan dengan menggunakan metode trend moment dilakukan oleh (Niswatin, 2015) (Ratningsih, 2017) (Lestari, 2017) (Kristianto, 2018)