ISOQUANT: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi http://studentjournal.umpo.ac.id/index.php/isoquant ISSN : 25987496, E- ISSN : 25990578 Vol. 7 No. 2 (2023): Oktober Hal: 241-252 241 Analisis Penetapan Harga Jual pada Usaha Peternakan Sapi Potong Koperasi Maju Sejahtera: Implementasi Akuntansi Akresi Fitri Mareta 1* , Depita Anggraini 2 , dan Wahyu Setyawan 3 1,2,3 Politeknik Negeri Lampung, Jl. Soekarno Hatta No.10, Rajabasa Raya, Kec. Rajabasa, 35141, Kota Bandar Lampung, Indonesia Email Korespondensi: fitri.mareta@polinela.ac.id* Dikirim : 9 Agustus 2023 Diterima : 28 September 2023 ABSTRACT Agricultural entities have special characteristics that distinguish them from other types of entities. The characteristics of an agricultural entity can be seen in the valuation of its assets. This is due to the assets of agricultural entities in the form of biological assets which of course experience accretion (growth/transformation). This study aims to analyze the accounting for biological assets and the determination of selling prices in the Maju Sejahtera Livestock Production Cooperative (KPT) based on PSAK 69. This study uses a qualitative descriptive method to describe how the accounting treatment of biological assets and the determination of the selling price in the Maju Sejahtera Livestock Production Cooperative (KPT) is based on PSAK 69. The data collection method in this study used semi-structured interviews and literature studies. The results of the analysis show that the accounting treatment of KPT Maju Sejahtera's biological assets is in the form of recognition of biological assets, measurement of biological assets. , presentation of biological assets, and mapping of biological assets are not in accordance with PSAK 69. In addition, the selling price set by KPT Maju Sejahtera is based on market prices, not based on costs incurred. Keywords: Accounting Treatment; Selling Price Determination; Accretion Accounting; PSAK 69 ABSTRAK Entitas agrikultur memiliki kekhasan khusus yang membedakannya dari entitas jenis lain. Ciri khas entitas agrikultur dapat dilihat pada penilaian asetnya. Hal ini dikarenakan aset entitas agrikultur berupa aset biologis yang tentunya mengalami akresi (pertumbuhan/transformasi). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlakuan akuntansi aset biologis maupun penetapan harga jual pada Koperasi Produksi Ternak (KPT) Maju Sejahtera berdasarkan PSAK 69. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menggambarkan bagaimana kesesuaian perlakuan akuntansi aset biologis maupun penetapan harga jual pada Koperasi Produksi Ternak (KPT) Maju Sejahtera berdasarkan PSAK 69. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara semi terstruktur dan studi kepustakaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa bahwa perlakuan akuntansi aset biologis KPT Maju Sejahtera berupa pengakuan aset biologis, pengukuran aset biologis, penyajian aset biologis, dan pengungkapan aset biologis tidak sesuai dengan PSAK 69. Selain itu, penetapan harga jual yang ditetapkan oleh KPT Maju Sejahtera berdasarkan pada harga pasar, tidak berdasarkan pada biaya-biaya yang dikeluarkan. Kata Kunci: Perlakuan Akuntansi; Penetapan Harga Jual; Akuntansi Akresi; PSAK 69