Penerbit : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia 354 Window of Health : Jurnal Kesehatan, Vol. 6 No. 4 (Oktober, 2023) : 354 - 364 E-ISSN 2614-5375 ARTIKEL RISET URL artikel: http://jurnal.fkmumi.ac.id/index.php/woh/article/view/woh6402 Suplementasi Makanan Tambahan Tinggi Protein Hewani, Kalsium Dan Zinc Pada Anak Umur 6-24 Bulan Sebagai UpayaPeningkatan Panjang Badan AnaK K Sugeng Wiyono 123 , Muntikah 1 , Meilinasari 1 1 Poltekkes Kemenkes Jakarta II 2 Pengurus Dewan Pimpian Pusat Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) 3 Pengurus Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Vokasi Gizi Indonesia (AIPVOGI) Email penulis koresponden : sugengwiyono@poltekkesjkt2.ac.id sugengwiyono@poltekkesjkt2.ac.id 123 , muntikah612@gmail.com 1 , meilina_sr@yahoo.com 1 (+62081219981244) ABSTRAK Hasil Riset Kesehatan Dasar 2021 Kementerian Kesehatan R.I bahwa prevalensi stunting anak usia lima tahun sebesar 24,4%. Anak yang stunting hingga usia 5 tahun akan sulit untuk diperbaiki sehingga akan berlanjut hingga dewasa dan dapat meningkatkan risiko keturunan dengan berat badan lahir yang rendah. Stunting akan menyebabkan dampak jangka panjang yaitu terganggunya perkembangan fisik, mental, intelektual, serta kognitif. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen murni dengan memberikan makanan berupa nugget 50 g setiap hari selama 6 minggu sebagai suplemen tinggi protein hewani, kalsium dan zinc. Subjek penelitian ini adalah anak usia 6-24 bulan, subjek ditetapkan secara acak sederhana. Jumlah sampel berdasarkan perhitungan besar sampel sebanyak 30 subjek. Berat badan diukur menggunakan timbangn injak digital dan panjang/tinggi badan diukur menggunakan stadiometer dan microtoice. Data diolah dan dianalisis menggunakaan perangkat lunak statistik secara komputerisasi. Hasil penelitian menunjukkan sebelum diberikan intervensi pada subjek perlakuan diperoleh rata-rata tinggi badan 79,6±4,8 cm dan setelah diberikan perlakuan diperoleh rata-rata tinggi badan 80,01±4,9 cm. Diperoleh perbedaan bermakna tinggi badan 0,41±0,28 cm (p=0,000) setelah diberikan suplemen. Untuk berat badan sebelum diberikan perlakuan pada subjek perlakuan diperoleh rata-rata berat badan 10,1±1,5 kg dan setelah diberikan perlakuan diperoleh rata-rata berat badan 10,3±1,5 kg, tidak ada perbedaan (p=0,082) berat badan setelah diberikan suplementasi. Sebagai saran perlu dikembangkan bentuk makanan yang lebih bervariasi agar semua kelompok umur bayi dan anak bisa mengosumsi suplemen. Kata Kunci: Stunting; suplementasi; protein; kalsium; zinc PUBLISHED BY : Public Health Faculty Universitas Muslim Indonesia Address : Jl. Urip Sumoharjo Km. 5 (Kampus II UMI) Article history : (dilengkapi oleh admin) Received 20 Desember 2022 Received in revised form 06 Mei 2023 Accepted 08 Agustus 2023 Available online 25 Oktober 2023 Makassar, Sulawesi Selatan. Email : licensed by Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. jurnal.woh@gmail.com, jurnalwoh.fkm@umi.ac.id Phone : +62 85397539583