Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian AGROTECHNO Volume 3, Nomor 1, April 2018 ISSN: 2503-0523 ■ e-ISSN: 2548-8023 Rahayu, Puji, Atmiral Ernes dan Poppy Diana Sari. 2018. Uji Kadar Vitamin A Crackers Perlakuan Terbaik dari Proporsi Tepung Terigu: Ubi Jalar Kukus dan Penambahan Tepung Daun Kelor. Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno, Vol. 3, No. 1, 2018. Hal. 312-315 312 Uji Kadar Vitamin A Crackers Perlakuan Terbaik dari Proporsi Tepung Terigu: Ubi Jalar Kukus dan Penambahan Tepung Daun Kelor Test of Vitamin A Levels Crackers Best Treatment of the Proportion of Wheat Flour: Steamed Sweet Potato and Addition of Flour Moringa Leaves Puji Rahayu, Atmiral Ernes dan Poppy Diana Sari Program Study Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahi t Email: prahayu.letter@gmail.com Abstrak Kelor (Moringa oleifera) merupakan jenis tumbuhan perdu yang berkhasiat dan menjadi sumber yang kaya β-karoten, protein, vitamin C, kalsium, kalium dan menjadi sumber makanan yang baik sebagai antioksidan alami. Vitamin A tidak dapat dibuat oleh tubuh, sehingga harus dipenuhi dari luar ( essensial). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan vitamin A pada Crackers daun kelor dengan proporsi tepung terigu : ubi jalar kuning kukus :tepung daun kelor yang tepat dan yang paling disukai secara organoleptik. Penelitian ini susun menggunakan Rancangan Deskriptif Kuantitatif dengan 2 Faktor. Proporsi tepung terigu : ubi jalar kuning kukus (90:10, 80:20, 70:30) sebagai F1 dan penambahan tepung daun kelor (3%, 6%, 9%) sebagai F2 masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan hasil perlakuan paling disukai adalah pada perlakuan T2K1 dengan proporsi 80 % tepung terigu : 20 % ubi jalar kukus dan penambahan 3 % tepung daun kelor, diperoleh kadar air 2,04%, tingkat kesukaan warna 5,7 (agak suka), tingkat kesukaan aroma 6,1 (agak suka), tingkat kesukaan rasa 7,1 (suka) dan tingkat kesukaan tekstur 6,5 (suka). Kandungan vitamin A pada hasil perlakuan terbaik T2K1 adalah sebesar 23,66 mg/ 100gr. Kata kunci : Crackers, ubi jalar kuning, kelor, vitamin A. Abstract Kelor (Moringa oleifera) is a type of herbaceous plants that are efficacious and a rich source of β-carotene, protein, vitamin C, calcium, potassium and a good source of food as a natural antioxidant. Vitamin A can’t be provide by the body, so it must be met from the outside (essensial). This study aims to determine the content of vitamin A in crackers of moringa leaves with the proportion of wheat flour: yellow steamed sweet potato : the right and most preferably organoleptic Moringa flour. This research uses a Quantitative Descriptive Design with 2 Factors. Proportion of wheat flour : steamed yellow sweet potato (90:10, 80:20, 70:30) as F1 and addition of moringa flour (3%, 6%, 9%) as F2 each treatment was repeated 3 times. The results of the research showed that the most preferred treatment was on the T2K1 treatment with the proportion of 80% wheat flour: 20% steamed sweet potato and 3% addition of moringa flour, obtained water content 2.04%, color preferences 5,7 (slightly like) preferences aroma 6.1 (rather like), taste level of taste 7.1 (like) and texture preferences 6.5 (like). The content of vitamin A in the best treatment of T2K1 was 23.66 mg / 100gr. Keywords: Crackers, yellow sweet potatoes, moringa, vitamin A. PENDAHULUAN Vitamin A merupakan salah satu zat gizi penting yang larut dalam lemak dan disimpan dalam hati. Vitamin A tidak dapat dibuat oleh tubuh, sehingga harus dipenuhi dari luar (essensial). Kebutuhan vitamin A yang harus dicukupi perharinya bagi bayi dan anak-anak dibawah 10 tahun adalah 1.200-2400 IU dan 3500-4000 IU untuk orang dewasa (Winarno, 2004). Di Indonesia, kekurangan vitamin A menjadi salah satu dari tiga kelompok permasalahan gizi utama. Kekurangan vitamin A (KVA) dapat mengganggu sistem kekebalan sehingga meningkatkan risiko sakit dan kematian. KVA dalam waktu yang lama dapat menyebabkan kebutaan dan xeroftalmia ringan pada anak-anak (Depkes, 2012). Menurut Tjekyan (2015), kebutuhan vitamin A dapat dipenuhi dari bahan makanan hewani dan jingga serta sayuran yang berwarna hijau tua. Tanaman yang memiliki kandungan vitamin A yang potensial untuk membantu memenuhi kebutuhan vitamin A harian adalah kelor. Kelor merupakan tanaman yang tinggi vitamin A. Menurut Krisnadi (2015) menyatakan bahwa per 100 gram daun kelor mengandung 10 kali lipat vitamin A dan 4 kali beta karoten lebih banyak dari wortel. Menurut Sediaoetama (1993), bahan pangan yang memiliki kandungan vitamin A yang cukup baik salah satunya ubi jalar kuning karena mengandung karatenoid yang merupakan prekursor vitamin A. Menurut Badan Bimas Ketahanan Pangan Jakarta, kandungan vitamin A pada 100 gram ubi jalar kuning mencapai 96,3. Pemenuhan vitamin A dapat dipenuhi dengan pemanfaatan daun kelor yang ditepungkan dan ubi jalar kuning menjadi produk olahan makanan sehat dapat menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat dengan mengolahnya menjadi crackers. Crackers adalah pengembangan dari biskuit dengan berbentuk yang lebih tipis, berpori, seperti krupuk. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Suarti dkk,