Jurnal Talenta Sipil Volume 6 Nomor 1, Februari 2023, 163-170 Publisher by Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Batanghari ISSN 2615-1634 (Online), DOI 10.33087/talentasipil.v6i1.193 163 Manajemen Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam Pelaksanaan Proyek Konstruksi di Muara Sabak Eka Pratama Puteri*, Elvira Handayani, Ria Zulfiati, Annisaa Dwiretnani, Wari Dony Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Batanghari Correspondence email: ekaprtmaptri@gmail.com Abstrak. Manajemen Risiko Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Dalam Pelaksanaan Proyek Konstruksi Di Muara Sabak bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan K3 dan mengidentifikasi risiko K3 yang ada pada pekerjaan tersebut serta melakukan pengendalian risikonya. Pada proyek konstruksi ini peneliti hanya meninjau pekerjaan lapis AC-WC. Dari hasil penelitian ini di dapatkan tingkatan risiko untuk pekerjaan konstruksi jalan lapis AC-WC yang tergolong risiko very high sebanyak 10%, risiko high sebanyak 40% dan risiko medium sebanyak 50%. Metode penilaian menggunakan penilaian matriks risiko yang bersumber dari AS/NZS 4360 : 2004. Kata Kunci: Manajemen Risiko, K3, Lapis AC-WC, AS/NZS 4360: 2004. Abstract. Risk Management Of Occupational Safety And Health (K3) In Construction Project Implementation In Muara Sabak aims to find out how the implementation of K3 and identify the K3 risks that exist in the project as well as to control the risks. In this construction project, the researcher only reviewed the AC-WC layer work. The results of this study obtained risk levels for AC-WC layer work are classified as very high risk as much as 10%, high risk as much as 40% and medium risk as much as 50%. The appraisal method that reseacher used is Matrix risks scouring by AS/NZS 4360 : 2004. Keywords: Risk Management, K3, AC-WC and AS/NZS 4360: 2004. PENDAHULUAN Dalam kegiatan konstruksi pada umumnya sering terjadi kecelakaan kerja yang diakibatkan oleh faktor fisik dan manusia. Faktor fisik, misalnya kondisi lingkungan pekerjaan yang tidak aman, silau dan lainn ya. Sedangkan faktor-faktor manusia, misalkan perilaku pekerja yang tidak memenuhi keselamatan, karena kelengahan, rasa kantuk, kelelahan, dan lainnya. Manajemen risiko sangat penting bagi kelangsungan kegiatan konstruksi. Jika terjadi kebakaran atau kerusakan, perusahaan akan mengalami kerugian, sehingga dapat menghambat kegiatan yang berjalan. Manajemen risiko merupakan alat untuk melindungi perusahaan dari setiap kemungkinan yang merugikan. Dalam aspek K3 kerugian berasal dari kejadian yang tidak diinginkan yang timbul dari aktivitas organisasi. Jika prusahaan tidak menerapkan manajemen risiko, maka perusahaan akan dihadapkan dengan ketidakpastian. Masalah risiko khususnya yang berkaitan dengan K3 seringkali diabaikan oleh pihak manajemen, karena bencana atau kejadian yang tidak diinginkan baik dalam bentuk kecelakaan, kebakaran atau pencemaran belum pasti akan terjadi dan penuh dengan ketidakpastian. Dalam proses pekerjaan konstruksi mempunyai berbagai macam risiko kecelakaan kerja. Maka dari itu di setiap lokasi proyek kerja diwajibkan untuk menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), di dalam K3 terdapat manajemen risiko merupakan sebuah cara yang sistematis dalam memandang sebuah risiko menentukan dengan tepat penanganan terhadap risiko tersebut. Ini merupakan salah satu cara untuk bisa mengidentifikasi sumber dari risiko dan ketidakpastian, serta dapat memperkirakan dampak yang akan ditimbulkan dan mengembangkan respon yang harus dilakukan dilakukan untuk menanggapi risiko tersebut. Tindakan manajemen risiko diambil oleh praktisi untuk merespon bermacam-macam risiko. Kontraktor K3 melakukan dua macam hal tindakan dalam manajemen risiko yaitu perihal mencegah dan memperbaiki. Tanjung Jabung Timur merupakan salah satu kabupaten yang berada di provinsi jambi, pada umumnya penduduk sekitar bermata pencaharian dari sektor pertanian, peternakan, perdagangan hingga sektor jasa. Dengan mata pencaharian itu maka penduduk setempat membutuhkan jalan yang