Jurnal Talenta Sipil Vol 7, No 1 (2024): Februari, 157-162 Publisher by Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Batanghari ISSN 2615-1634 (Online), DOI 10.33087/talentasipil.v7i1.398 157 Pembuatan Peta Resiko Bencana di Desa Kubang Tangah Kota Sawahlunto dengan Metode Arc Toolbox Bayu Martanto Adji 1 , Bambang Istijono 2 *, Taufika Ophiyandri 1 , Yenny Narny 3 , Sirajul Fuad Zis 2 , Yenni Yuliza 2 , Haikal Fikri Desirwan 1 , Tsabita Alliya Madjid 1 , Dzakwan Fathullah Ahmad 1 dan Akbaar Abinight 1 Departemen Teknik Sipil, Universitas Andalas 1 Sekolah Pascasarjana, Universitas Andalas 2 Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas 3 *Correspondence: bistijono@eng.unand.ac.id Abstrak. Gerakan tanah longsor adalah aktivitas dari proses gangguan keseimbangan yang menyebabkan bergeraknya massa tanah dan/atau batuan dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah. Penyebab tanah longsor disebabkan gaya pendorong pada lereng lebih besar daripada gaya penahannya. Beberapa faktor- faktor penyebab terjadinya tanah longsor seperti curah hujan, lereng terjal, kepadatan tanah, jenis batuan, penggunaan tata guna lahan, dan getaran. Kota Sawahlunto salah satu dari 19 kota/kabupaten di Provinsi Sumatera Barat yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap terjadinya tanah longsor. Daerah rawan bencana tanah longsor dapat diidentifikasi dengan memanfaatkan data penginderaan jauh dan sistem informasi geografis. Pengabdian ini dilakukan pembuatan peta daerah rawan bencana tanah longsor dengan menggunakan parameter-parameter penyebab tanah longsor diantaranya curah hujan, jenis tanah, ketinggian, kemiringan lereng, dan tata guna lahan. Dari parameter tersebut akan diolah dan dilakukan analisa dengan bantuan metode ArcToolbox, dimana ArcToolbox dapat digunakan untuk mendeteksi daerah tanah longsor yang ada di desa Kubang Tangah. Dalam proses analisa tersebut dilakukan dengan cara menggunakan fitur spatial analysis tools yang terdapat pada software ArcGIS. Pengabdian masyarakat menghasilkan peta kelerengan yang dapat menggambarkan kerawanan bencana tanah longsor. Mendapatkan hasil berupa peta tingkat kerawanan tanah longsor yang memiliki 4 kelas kerawanan, diantaranya kelas kerawanan tidak rawan, kelas kerawanan rendah, kelas kerawanan sedang, dan kelas kerawanan tinggi. Kata Kunci: Peta; tanah longsor; metode; Sawahlunto Abstract Landslide movement is the activity of a balance disturbance process that causes the movement of masses of soil and/or rock from higher to lower areas. The cause of landslides is that the driving force on the slope is greater than the resisting force. Several factors cause landslides such as rainfall, steep slopes, soil density, rock type, land use and vibration. Sawahlunto City is one of 19 cities/regencies in West Sumatra Province that has a high level of vulnerability to landslides. Areas prone to landslides can be identified by utilizing remote sensing data and geographic information systems. This service is carried out by making maps of areas prone to landslides using parameters that cause landslides, including rainfall, soil type, height, slope and land use. These parameters will be processed and analyzed with the help of the ArcToolbox method, where ArcToolbox can be used to detect landslide areas in Kubang Tangah Village. The analysis process is carried out by using the spatial analysis tools feature found in ArcGIS software. Community service produces a slope map that can illustrate the vulnerability of landslides. Obtain results in the form of a landslide vulnerability level map which has 4 vulnerability classes, including non-prone vulnerability class, low vulnerability class, medium vulnerability class, and high vulnerability class. Keywords: Map; landslide; method; Sawahlunto PENDAHULUAN Bencana alam tanah longsor merupakan salah satu fenomena alam yang dapat terjadi setiap saat yang dapat menimbulkan kerugian material dan imaterial bagi kehidupan masyarakat bahkan mengakibatkan korban jiwa dan menimbulkan kerusakan sarana dan prasarana lainnya yang bisa berdampak pada kondisi ekonomi dan sosial. Tanah longsor merupakan suatu aktivitas dari proses terganggunya keseimbangan yang menyebabkan bergeraknya massa tanah dan batuan dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah. Kondisi topografi yang berbukit, tingginya tingkat kepadatan penduduk di wilayah perbukitan serta pemanfaatan penggunaan lahan yang tidak baik dapat menimbulkan tekanan terhadap ekosistem. Untuk menghindari jatuhnya korban material dan