MF Vol 13 No 1, 2017 1 Majalah Farmaseutik Vol. 13 No. 1 : 1 – 8 ISSN-p : 1410-590x ISSN-e : 2614-0063 Kajian Keanekaragaman Jenis Tumbuhan Obat di Daerah Aliran Sungai Opak, Daerah Istimewa Yogyakarta The Study of Medicinal Plant Diversity at Opak Watershed, Special Region Yogyakarta Djoko Santosa 1 , Subagus Wahyuono 1 , Sugeng Riyanto 1 , dan SM Widyastuti 2 1. Fakultas Farmasi UGM; 2. Fakultas Kehutanan UGM Corresponding author: Djoko Santosa: email: djoko5346@ugm.ac.id ABSTRAK Telah dilakukan penelitian tentang keanekaragaman jenis tumbuhan obat di daerah aliran sungai Opak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi jenis-jenis tumbuhan obat, distribusi dan potensi pengembangan sebagai bahan baku herbal. Area kajian dibagi menjadi 6 lokasi berdasarkan ketinggian tempat, yaitu wilayah Kecamatan Cangkringan (CNK), Ngemplak (NPL), Prambanan (PRB), Kalasan (KLS), Imogiri (IMO), dan Pundong (PDO). Setiap lokasi diletakkan plot kuadrat berukuran 2x1 m sebanyak 30 plot. Di dalam plot kuadrat dihitung jenis tumbuhan dan cacah individu setiap jenis tumbuhan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat sebanyak 79 jenis tumbuhan yang dikelompokkan dalam 27 suku. Berdasarkan kontribusi jenis di dalam lingkungan dan studi literatur Eupatorium riparium, Andrographis paniculata, dan Scoparia dulcis merupakan jenis-jenis tumbuhan yang potensial untuk dikembangkan sebagai bahan baku obat herbal. Kata kunci : Tumbuhan obat, indeks diversitas, bahan baku, Scoparia dulcis ABSTRACT Research on the diversity of medicinal plant at Opak watershed has been done. The purpose of this study is to determine the composition of medicinal plants, distribution and development potential as herbs raw materials. The study area is divided into 6 locations, namely Cangkringan subdistrict (CNK), Ngemplak (NPL), Prambanan (PRB), Kalasan (KLS), Imogiri (IMO), and Pundong (PDO). Each location is placed 30 plots by squares measuring 2x1 m. In the plot is calculated the number of species and individual of each species. The results showed there were 79 speies of plants are grouped into 27 families. Based on the type contribution in the environment and the literature study of Eupatorium riparium, Andrographis paniculata, and Scoparia dulcis are potential plants to be developed as raw materials of herbs medicine. Keywords: Medicinal plants, diversity index, raw materials, Scoparia dulcis PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara dengan jumlah keanekaan hayati tumbuhan yang melimpah. Menurut Heyne (1987), lebih dari 900 jenis tumbuhan telah digunakan oleh masyarakat sebagai tumbuhan obat. Sejak tahun 1997 pemerintah mengkampanyekan untuk memanfaatkan kembali tumbuhan obat dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan dan memelihara kesehatan warga masyarakat. Sejalan dengan hal tersebut banyak industri jamu attau herbal yang berkembang dengan pesat. Hal ini perlu didukung dengan pasokan bahan baku yang besar pula. Salah satu kelemahan yang terjadi adalah proses penambangan tumbuhan obat secara insidental memunculkan persoalan tergerusnya biodiversitas tumbuhan obat tertentu.