Diterima: 10-11-2023 | Revisi: 15-11-2023 | Diterbitkan: 19-11-2023 | doi: 10.60083/jidt.v5i4.419 67 Jurnal Informasi dan Teknologi https://jidt.org/jidt 2023 Vol. 5 No. 4 Hal: 67-72 e-ISSN: 2714-9730 Sistem Pakar Diagnosa Gejala Malnutrisi pada Balita Menggunakan Metode Certainty Factor Dwi Puspita Anggraeni 1 , Haidir Syafrullah 2 1 Universitas Budi Luhur 2 Stikes Dharma Husada Bandung dwi.puspita@budiluhur.ac.id Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah sistem pakar menggunakan metode Certainty Factor dalam mendiagnosis gejala malnutrisi pada balita. Pertumbuhan anak yang optimal sangat penting untuk perkembangan otak dan daya ingat, dan asupan makanan yang tidak memadai dapat menyebabkan malnutrisi. Pesatnya perkembangan teknologi informasi telah memberikan orang tua alat untuk mendiagnosis penyakit pada anak mereka, tetapi ini dapat mengakibatkan tertundanya pengobatan dan meningkatnya risiko kematian. Sistem pakar ini dikembangkan dengan tujuan membantu orang tua dalam mendapatkan informasi tentang tingkat keparahan penyakit anak mereka secara cepat, bahkan ketika tidak ada dokter anak yang tersedia. Metode Certainty Factor digunakan dengan akurasi mencapai 90% untuk mencocokkan gejala dengan penyakit yang mungkin diderita oleh balita. Penelitian ini melanjutkan penelitian sebelumnya tentang sistem pakar gizi buruk, tetapi dengan peningkatan dalam menampilkan lebih dari satu kemungkinan penyakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode Certainty Factor dalam sistem pakar ini melibatkan beberapa tahap, termasuk pengumpulan data gejala malnutrisi pada balita dan penggabungan data ini dengan data penyakit. Sistem ini dapat digunakan oleh admin dan pengguna dengan hak akses yang berbeda, dan penentuan nilai data didasarkan pada kepakaran dari instalasi gizi. Sistem ini memberikan solusi melalui proses perhitungan Certainty Factor dalam halaman konsultasi. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam upaya mendiagnosis dan mengatasi masalah malnutrisi pada balita secara lebih efisien dan obyektif. Selain itu, penelitian ini juga dapat digunakan sebagai dasar pengembangan sistem serupa dalam mendiagnosis masalah kesehatan anak lainnya, yang dapat membantu mengurangi risiko kematian dan meningkatkan kualitas hidup anak-anak. Kata kunci: Sistem Pakar, Gejala Malnutrisi, Certainly Factor, Aplikasi, API. JIDT is licensed under a Creative Commons 4.0 International License. 1. Pendahuluan Pertumbuhan anak sangat penting untuk perkembangan otak dan daya ingat, dan asupan makanan yang tidak memadai dapat menyebabkan malnutrisi [1]. Pesatnya perkembangan teknologi informasi memudahkan orang tua dalam mendiagnosis penyakit pada anaknya, sehingga mengakibatkan tertundanya pengobatan dan meningkatnya risiko kematian [2] [3]. Kecerdasan buatan dapat membantu memecahkan masalah besar dan kompleks dengan lebih cepat dan obyektif dibandingkan manusia, dan komputer dapat menyimpan data dalam jumlah besar untuk memudahkan pemrosesan [4] [5]. Sistem pakar dengan menggunakan metode Kepastian Faktor dikembangkan untuk membantu orang tua dengan cepat memperoleh informasi tentang tingkat keparahan penyakit anak mereka, bahkan ketika tidak ada dokter anak yang tersedia [6] [7]. Penelitian ini menggunakan metode Certainty Factor untuk mencocokkan fakta atau pernyataan dengan akurasi mencapai 90% [8] [9]. Penelitian sebelumnya pada sistem pakar gizi buruk menunjukkan bahwa 90% hasilnya serupa, namun hanya memunculkan satu kemungkinan penyakit yang diderita pasien [10] [11]. Penelitian mengenai status gizi pada anak juga telah dilakukan, dengan tujuan penelitian untuk mencegah stunting dan memberikan asupan gizi dengan kejadian status gizi pada anak usia 0-5 tahun di Desa Baregbeg kabupaten Ciamis pada tahun 2019 [12][13]. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif metode, dan sampel yang digunakan adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia 0-5 tahun di Desa Baregbeg Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis[14] [15] [16]. Gizi buruk diartikan sebagai asupan gizi yang buruk, yang dapat disebabkan oleh kurangnya asupan makanan, salah memilih jenis makanan, atau karena penyakit menular yang menyebabkan kurangnya penyerapan zat gizi dari makanan [17] [18] [19] [20]. Secara klinis, gizi buruk ditandai dengan asupan protein, energi, dan zat gizi mikro seperti vitamin yang tidak mencukupi atau berlebihan sehingga menimbulkan gangguan kesehatan [21].