Prosiding Seminar Nasional SMIPT 2020 Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, vol. 3, nol. 1, 2020 p-ISSN: 2622-0520; e-ISSN: 2622-593X *Corresponding Author: Fairus Prihatin Idris Email: fairusprihatin.idris@umi.ac.id Article History: Received: September 02, 2019, Accepted: Oktober 01, 2020 52 Pola Pencarian Pertolongan Persalinan Ibu Pengidap HIV di Yayasan Peduli Kelompok Dukungan Sebaya (YPKDS) Kota Makassar tahun 2020 Fatmah Afrianty Gobel 1 , Fitriyani 2 , Fairus Prihatin Idris 3 1,3 Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat Univeristas Muslim Indonesia, 2 Program Pascasarjana Univeristas Muslim Indonesia, Provinsi Sulawesi Selatan Corresponding Author: Fairus Prihatin Idris Penulis Pertama: Telp: +62811449033 E-mail: fairusprihatin.idris@umi.ac.id Abstrak: Kasus human immunodeficiency virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) merupakan masalah utama dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) pada indikator tujuan ketiga. Data HIV/AIDS Dinas kesehatan Provinsi Sulsel delapan tahun terakhir urutan pertama jumlah kumulatif pengidap HIV/AIDS dari seluruh kasus di kabupaten kota di Propinsi Sulawesi Selatan atau lebih dari 90% dari rata-rata seluruh kasus. Penelitian Gobel, tahun 2007 memperlihatkan 53,8% pengidap HIV dengan status menikah, dan 14,3% diantara ODHA tersebut pekerjaannya adalah ibu rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam pola pencarian pertolongan persalinan ibu pengidap HIV di YPKDS Kota Makassar Tahun 2020. Berdasarkan wawancara mendalam terhadap ibu ODHA, diperoleh informasi bahwa umumnya mereka melhirkan dibantu tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan, beberapa orang diantaranya melahirkan normal dan sebagian lainnya melahirkan dengan cara operasi sesar, tidak ada stigma yang mereka rasakan dari petugas kesehatan yang membantu pertolongan persalinan karena sejak awal mereka melakukan pemeriksaan kehamilan dan melahirkan difasilitas kesehatan yang sama, sehingga petugas kesehatannya sudah tahu status HIV pasiennya sejak awal. Kata Kunci: Pertolongan Persalinan, Ibu, HIV, ODHA 1. PENDAHULUAN Pola pencarian pertolongan persalinan dan atau pengobatan masyarakat Indonesia dipengaruhi oleh banyak hal, masyarakat lokal memiliki konsep sehat dan sakit beserta cara penanggulangannya, sehingga meskipun fasilitas pelayanan kesehatan tersedia lengkap namun tidak semua anggota masyarakat memilih pertolongan persalinannya pada sarana pelayanan kesehatan. Masyarakat suku Bajo Pomalaa misalnya berdasarkan hasil penelitian Gobel, 2018 dukun masih merupakan figur penting dan sangat diyakini keahliannya dalam menangani kehamilan dan persalinan, terutama jika ada indikasi yang diyakini merupakan gangguan dari mahluk halus. (1) Faktor sosial budaya memberikan kontribusi yang sangat besar rendahnya pemanfaatan layanan perawatan antenatal Suku Bajo Pomalaa, Sulawesi Tenggara tempat dukun perannya lebih dominan dibandingkan tenaga kesehatan (bidan), dukun masih dianggap sebagai penyembuh utama penyedia layanan. Meski pada akhirnya ada beberapa wanita hamil yang akan pergi ke bidan untuk memeriksakan kehamilan, tetapi mereka akan memprioritaskan pemeriksaan kehamilan pertama mereka pada dukun. (2) Pola ANC dan perilaku pencarian pertolongan persalinan ibu hamil juga diteliti oleh Triratnawati, 2018 di Bima NTB, bahwa ibu hamil rutin memeriksakan kehamilan di posyandu, poskesdes dan puskesmas, namun tidak semua ibu hamil bersalin ditolong bidan, sebagian lainnya memilih ditolong sando (dukun) dengan berbagai alasan diantaranya sudah tradisi, privasi ibu terjaga, kehamilan normal, murah, mudah ditemui dan dekat. (3) Orang dengan HIV/AIDS adalah individu dengan permasalahan dan latar belakang berbeda dengan ibu hamil melahirkan di daerah lainnya, sehingga dalam menentukan pencarian pertolongan persalinan juga menjadi berbeda latar belakangnya. Salah satu faktor yang mempengaruhi pola pencarian pertolongan persalinan ibu ODHA yaitu stigma dan diskriminasi yang masih kerap dialami ODHA akibat penyakitnya, bahkan kepada keluarga terdekat seperti anaknya saja ODHA masih menutupi status HIV-nya seperti yang