184 © 2024 Program Studi Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana UNDIP JURNAL ILMU LINGKUNGAN Volume 22 Issue 1 (2024): 184-192 ISSN 1829-8907 Penilaian Status Kualitas Air Sungai Kapuas Kecil Kalimantan Barat Menggunakan Biota Bentik Junardi 1 , Riyandi 1 1 Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Tanjungpura, Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak, Kalimantan Barat; e-mail: junardi@fmipa.untan.ac.id ABSTRAK Sungai Kapuas Kecil merupakan percabangan Sungai Kapuas di bagian hilir yang mengalami berbagai tekanan lingkungan akibat aktivitas di daratan sehingga dapat mengubah kualitas airnya. Kualitas air sungai ini lebih banyak ditentukan dengan menggunakan parameter fisika dan kimia, sementara itu parameter biota bentik masih jarang digunakan. Tujuan penelitian ini untuk menentukan status kualitas air sungai Kapuas Kecil menggunakan biota bentik makrozoobentos dan perifiton. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan menetapkan stasiun sampling berdasarkan rona lingkungan dan kondisi riparian. Data struktur komunitas biota dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian berdasarkan indeks komunitas makrozoobentos dan perifiton menunjukkan kualitas air Sungai Kapuas Kecil memiliki status cemar ringan sampai sedang dengan kandungan fosfat tinggi. Kata kunci: Diatom, Kapuas, Kualitas air, Makrozoobentos, Perifiton ABSTRACT The Kapuas Kecil River is a tributary of the Kapuas River in the downstream area, facing various environmental pressures due to land activities that can impact water quality. Currently, the water quality of this river is primarily assessed using physical and chemical parameters, with benthic biota parameters rarely taken into account. Therefore, the objective of this study was to assess the water quality status of the Kapuas Kecil River by analyzing Macrozoobenthos and Periphyton. The study employed a survey method, with sampling stations selected based on the environmental and riparian conditions. The data collected were then analyzed descriptively to understand the community structure of the biota. Based on the Periphyton community index and the Macrozoobenthos diversity index, the results indicated that the water quality of the Kapuas Kecil River was found to be slight to moderately polluted, with notably high phosphate content. Keywords: Diatom, Kapuas Kecil, Macrozoobenthos, Perifiton, Water quality Citation: Junardi dan Riyandi. (2024). Penilaian Status Kualitas Air Sungai Kapuas Kecil Kalimantan Barat Menggunakan Biota Bentik. Jurnal Ilmu Lingkungan, 22(1): 184-192, doi:10.14710/jil.22.1.184-192 1. Latar Belakang Aktivitas-aktivitas manusia di lingkungan dapat menyebabkan perubahan dan penurun kualitas lingkungan terutama pada tipe perairan mengalir (lotik) seperti sungai. Tipe perairan ini sangat dipengaruhi oleh kualitas lingkungan riparian dan darat yang dapat mencerminkan semua bentuk aktivitas yang ada di sekitarnya (Zhang et al., 2020; Johnson et al., 2021). Hasil aktivitas seperti limbah dan sampah yang masuk ke dalam sungai akan mengakibatkan perubahan faktor fisika dan kimia air (Arum et al., 2019) serta biota yang ada di dalamnya (Schürings et al., 2022). Sungai Kapuas Kecil merupakan anak Sungai Kapuas Besar bagian hilir yang dipisahkan oleh delta yang telah membentuk pulau Panjang. Sungai ini bersama-sama dengan Sungai Kapuas Besar membentuk suatu sistem estuari Kapuas. Sungai ini juga dimanfaatkan oleh penduduk kota Pontianak sebagai sarana transportasi, sumber air minum, industri, pertanian, perkebunan, dan tempat pembuangan limbah domestik serta sampah. Aktivitas yang banyak di sungai ini dapat berakibat pada penurunan kualitas airnya. Menurut Purnaini et al., (2019), Sungai Kapuas Kecil diduga telah mengalami pencemaran yang diindikasikan dengan tingginya nilai kebutuhan oksigen biologis atau Biological Oxygen Demand (BOD) dan berdasarkan parameter fisika-kimia tercemar ringan (Purnaini et al., 2017). Hasil penelitian ini perlu dikonfirmasi menggunakan parameter biologi yang sampai saat ini datanya belum tersedia. Rencana pembangunan jalan dan jembatan penghubung yang melintas di atas Sungai Kapuas