67 Jurnal Ilmiah Kebidanan & Kespro Vol. 2 No. 2 Edition: November 2019 – April 2020 http://ejournal.delihusada.ac.id/index.php/JPK2R Received: 21 Maret 2020 Revised: 13 April 2020 Accepted: 30 April 2020 PENGARUH SENAM LANSIA TERHADAP KADAR GULA PADA PENDERITA DIABETES MILITUS Basyariah Lubis, David Ginting, Sri Melda Br Bangun, Ronny Ajharta. Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam Email: basyariahlubis@gmail.com Abstract Diabetes mellitus is a collection of symptoms that arise in a person due to the body experiencing interference in controlling blood sugar levels. Exercise is a good way to help overcome the problem of diabetes mellitus. Because with diabetes sports can get a healthy body and entertainment facilities that are done together with people who experience the same suffering. The type of exercise recommended is aerobics, which is exercise that can increase the capacity of the heart and lungs and make insulin work more efficiently. The research method uses the experimental method. The total sample of 24 people taken using total sampling techniques. Where the samples taken were 24 elderly people. The instrument used is the KGD tool, where there are values of different average blood sugar levels before 261.33 mg / dl and after 23.538 mg / dl elderly gymnastics are performed. Conclusion there is the influence of elderly exercise on blood sugar levels in diabetes. Keywords: diabetes mellitus, elderly gymnastics PENDAHULUAN Data WHO menunjukan bahwa angka kejadian penyakit tidak menular pada tahun 2004 yang mencapai 48,3% sedikit lebih besar dari angka kejadian penyakit menular, yaitu sebesar 47,5%. Bahkan penyakit tidak menular menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia (63,5%). Prevalensi diabetes mellitus secara global pada tahun 2014 sebesar 8,3% dari keseluruhan penduduk di dunia dan mengalami peningkatan pada tahun 2014 menjadi 387 juta kasus menurut Internasional of Diabetic Ferderation (IDF, 2015). Tingginya kasus diabetes melitus menjadikan Indonesia sebagai Negara peringkat penderita diabetes ketujuh didunia. Prevelensi diabetes di Indonesia mengalami peningkatan dari 1,1% di tahun 2007 meningkat menjadi 2,1% di tahun 2013 dan keseluruhan penduduk 250 juta jiwa (RISKESDAS, 2014). Menjadi tua adalah proses alami yang akan dialami bagi setiap individu, maka dari itu proses menjadi tua atau yang disebut penuaan merupakan masalah yang harus segera disikapi karena merupakan proses penurunan produktifitas kerja dan penurunan kapasitas fisik seseorang. Akibatnya kaum lansia menjadi kurang produktif, rentan terhadap penyakit dan banyak bergantung pada orang lain Ketidak aktifan secara fisik dapat mengakibatkan buruknya profil serum lipoprotein dan meningkatnya resistensi insulin perifer. Hal-hal tersebut merupakan faktor risiko dari penyakit kardiovaskuler, obesitas, hipertensi, intoleransi glukosa dan diabetes mellitus tipe dua. Olahraga aerobik seperti senam dapat memperlambat proses kemunduran dan penurunan kapasitas tersebut selain itu juga dapat menurunkan kadar gula darah puasa, meningkatkan ketahanan sistem