Jurnal Matriks Teknik Sipil DOI: https://doi.org/10.20961/mateksi.v11i3.75644 ISSN: 2354-8630 E-ISSN: 2723-4223 Vol 11, No 3 (2023): September 284/e-Jurnal MATRIKS TEKNIK SIPIL/September 2023 KAJIAN WAKTU IKAT BETON DENGAN VARIASI RETARDEX BUBUK SEBAGAI RETARDER BETON Wibowo, Endah Safitri, Anggita Pratiwi Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret Surakarta Jl. Ir. Sutami 36A, Surakarta 57126. Telp. 0271-634524. Email: wibowo68@staff.uns.ac.id Abstract The rapid development of the construction world is closely interlinked with technological advancement. Slump value is one of many aspects that affect the final characteristics of concrete mix. However, the time required to deliver the ready-mix concrete and to cast the concrete from pouring to compacting is influencing slump value. Thus, concrete ad- ditives are often used to shorten concrete setting time without impacting its quality. This study aims to examine the ef- fect of Retardex powder as a concrete additive variation on the setting time of concrete. The variant levels of Retardex powder used were 0%; 0.20%; 0.25%; 0.30%; 0.35%; 0.40%; 0.45%, and 0.50% by weight of cement. The concrete setting time test was done with a vicat. The concrete setting time test specimen is a conical ring with an inside diameter at the top of 60 mm, an inside diameter at the bottom of 70 mm, and a height of 40 mm. Based on research, the addition of Retardex powder decreases setting time. However, Retardex powder addition in all amount levels didnt satisfy the setting time requirement stated by ASTM C494/C494M. Keywords : Admixture, concrete, retarder, Retardex powder, setting time Abstrak Perkembangan konstruksi yang semakin pesat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi. Salah satu yang mempengaruhi hasil campuran beton yaitu nilai slump beton yang menjadi tidak sesuai rencana. Waktu yang diperlukan dalam pengiriman beton ready mix dan waktu proses pengecoran dari penuangan hingga pemadatan dapat mempengaruhi nilai slump, sehingga bahan tambah diperlukan untuk memperlambat waktu pengikatan beton tanpa mengurangi mutu beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan variasi bahan tambah Retardex bubuk terhadap waktu ikat beton. Kadar Retardex bubuk yang digunakan yaitu 0%; 0,20%; 0,25%; 0,30%; 0,35%; 0,40%; 0,45%, dan 0,50% dari berat semen. Pengujian waktu ikat dilakukan menggunakan alat vicat. Benda uji waktu ikat yang digunakan berupa kerucut terapung tinggi 40 mm, diameter dasar 70 mm, dan diameter bawah 60 mm. Ber- dasarkan penelitian, penambahan variasi bahan tambah Retardex bubuk dapat memperlambat waktu ikat, namun penggunaan Retardex bubuk untuk semua kadar variasi tidak memenuhi persyaratan waktu ikat untuk dikategorikan se- bagai bahan tambah retarder beton menurut ASTM C 494/C 494M. Kata Kunci : Bahan tambah, beton, retarder, Retardex bubuk, waktu ikat PENDAHULUAN Material beton digunakan disetiap bagian besar pekerjaan konstruksi sebagai kebutuhan utama maupun kebu- tuhan penunjang. Penggunaan beton yang terus meningkat membuat inovasi penggunaan bahan tambah yang dapat meningkatkan kualitas beton juga semakin tinggi (Putra, 2021). Menurut SNI 2847:2013, beton adalah campuran antara semen portland, agregat halus, agregat kasar, dan air, dengan atau tanpa bahan tambah yang membentuk massa padat. Kebutuhan material beton yang besar membuat industri beton ready mix bermunculan. Jarak antara tempat pengadukan dan tempat penuangan beton yang semakin jauh dapat mempengaruhi pengerjaan pengadukan beton segar berskala besar dan mempengaruhi hasil campuran beton yaitu membuat nilai slump menjadi tidak sesuai rencana (Nurfitriani et al., 2019). Modifikasi campuran beton diperlukan dengan bahan tambah untuk mempertahankan nilai slump rencana yang lebih lama, yaitu bahan kimia retarder agar dapat menghambat reaksi hidrasi semen atau waktu pengikatan beton tanpa mengurangi mutu beton (Sutandar, 2016). Mutu beton merupakan pertanda dari kekuatan karakteristik dari beton dan terdapat banyak parameter yang mempengaruhi hasil dari campuran beton. Menurut SNI 03-6827- 2002, waktu ikat atau setting time beton merupakan waktu yang dibutuhkan campuran untuk berubah dari keadaan cair menjadi padat. Pasta semen yang plastis dan dapat dibentuk merupakan hasil pencampuran semen dan air (Setiawati et al., 2021).