Magister linguistik PPs UNDIP Semarang, 6 Mei 2010 58 PEMERTAHANAN BAHASA JAWA SAMIN DI KABUPATEN BLORA Nina Setyaningsih Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Universitas Dian Nuswantoro Semarang ABSTRAK Bahasa Jawa memiliki berbagai macam dialek berdasarkan geografi. Salah satu dialek Jawa adalah dialek Blora. Di Blora, khususnya di Dukuh Tambak Kecamatan Kradenan, terdapat pemukiman komunitas Samin yang hidup mengelompok di tengah masyarakat non-Samin. Meskipun demikian, komunitas tersebut masih tetap mempertahankan gaya berbahasa yang khas Samin. Pemertahanan bahasa Jawa Samin sendiri belum banyak diangkat oleh para peneliti dan ahli bahasa. Tulisan ini akan mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi pemertahanan bahasa Jawa Samin Blora dari aspek sosiolinguistik. Jenis penelitian ini adalah analitis deskriptif, dan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Data diperoleh dengan metode observasi dan wawancara serta studi pustaka. Hasilnya menunjukkan bahwa komunitas Samin mempertahankan penggunaan bahasa Jawa karena loyalitas penuturnya, latar belakang sejarah, serta ideologi dan tradisi Saminisme. Kata kunci: dialek, komunitas Samin, pemertahanan bahasa 1. Pendahuluan Bahasa mempunyai peran yang sangat penting. Segala segi kehidupan manusia tidak dapat lepas dari pemakaian bahasa sebagai alat komunikasi dan penyampaian gagasan. Bahasa sebagai salah satu unsur kebudayaan merupakan sistem bunyi yang digabung menurut aturan tertentu, yang dapat menimbulkan makna dan dapat ditangkap oleh semua orang yang berbicara dalam bahasa itu. Bahasa digunakan oleh anggota masyarakat yang masing-masing memiliki kebudayaannya sendiri. Bahasa Jawa sebagai salah satu bahasa daerah yang digunakan di Indonesia memiliki penutur yang tersebar di hampir seluruh Pulau Jawa. Bahasa Jawa digunakan penduduk suku bangsa Jawa terutama di beberapa bagian Banten yaitu di Kota Serang, Kabupaten Serang, Kota Cilegon, dan Kabupaten Tangerang, Jawa Barat khususnya kawasan Pantai Utara terbentang dari pesisir utara Karawang, Subang, Indramayu, Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon, Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur di Indonesia (Wikipedia, 2010). Penutur bahasa Jawa juga meliputi negara di luar Indonesia seperti Suriname dan Kaledonia Baru. Total penutur bahasa Jawa diperkirakan sekitar 80 juta. Bahasa Jawa memiliki berbagai macam dialek berdasarkan geografi. Salah satu dialek Jawa adalah dialek Blora. Di Blora terdapat pemukiman komunitas Samin 1 yang hidup mengelompok di tengah masyarakat non-Samin. Meskipun hidup di tengah masyarakat non-Samin, komunitas Samin masih tetap mempertahankan gaya berbahasa yang khas 2 . Pemertahanan bahasa Jawa Samin sendiri belum banyak diangkat oleh para peneliti dan ahli bahasa. Tulisan ini akan mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi pemertahanan bahasa Jawa Samin Blora dari aspek sosiolinguistik. Mengapa bahasa Jawa Samin Blora tetap bertahan di tengah serbuan budaya di luar Samin? 2. Pemertahanan Bahasa Bahasa merupakan upaya komunikatif untuk mendukung budaya yang dianut suatu masyarakat. Soehardi (2002:2) menyatakan bahwa nilai budaya daerah bersifat partikularistik, artinya khas berlaku umum dalam wilayah budaya suku bangsa tertentu. Sementara Koentjaraningrat (dalam Soehardi, 2002:2) 1 Sering pula disebut sedulur Sikep atau wong Sikep. 2 Misalnya ketika menanyakan nama, orang Samin akan mengucapkan “Pangarane sapa?”. Orang Jawa non-Samin biasanya menanyakan nama dengan ujaran “Jenenge sapa?”. Jika seseorang menanyakan nama dengan kata “jeneng,” orang Samin akan menjawab “Jenengku lanang/wedok” (nama saya laki-laki/perempuan).