ARSIP Jurnal Arsitektur, Vol. 4, No.1, April 2024: 69-77 69 DESIGN OF MOUNT RINJANI DISASTER MUSEUM USING NEO-VERNACULAR ARCHITECTURAL APPROACH PERANCANGAN MUSEUM KEBENCANAAN GUNUNG RINJANI DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR Muhammad Waldi Fiddaroini 1*) , Suko Istijanto 2) , Andarita Rolalisasi 3) Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya 1), 2), 3) waldifiddaroini@surel.untag-sby.ac.id 1) , suko@untag-sby.ac.id 2) , rolalisasi@untag-sby.ac.id 3) Abstrak Gunung Rinjani memiliki ketinggian 3.726 mdpl karena ketinggiannya ini gunung rinjani menjadi salah satu gunung tertinggi di Indonesia yang berada pada posisi ke tiga dan Gunung Rinjani merupakan salah satu gunung yang memiliki jalur pendakian yang banyak disukai pendaki baik dari pendaki lokal hingga pendaki mancanegara karena pemandangan alamnya yang indah dari awal pendakian hingga dipuncak akhir pendakian. Sekarang Gunung Rinjani berada pada Taman Nasional Gunung Rinjani dengan luas 41.330 ha, sedangkan batas administratifnya Gunung Rinjani terletak di ketiga kebupaten sebelah timur pulau Lombok yaitu Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Tengah, dan Kabupaten Lombok Utara. Gunung Rinjani memili banyak informasi tentang sejarah baik sejarah secara geologis tentang pembentukan dan terjadinya letusan-letusan mempengaruhi mengenai arkeologi kebencanaan, Adapun letusan Gunung Samalas yang merupakan leluhur Gunung Rinjani pernah mengalami letusan yang sangat dashyat letusan ini memiliki skala letusan hingga 7 Volcanic Eksplosivity Index dan diperkirakan letusan ini terjadi pada abad ke-13 yaitu kisaran tahun 1257 M. Dengan ditetapkannya Geopark Gunung Rinjani yang sekarang bersekala internasional maka pentingnya adanya museum yang mengkaji mengenai geologi dan arkeologi tentang sejarah kebudayaan masyarakat Lombok yang menjadi peradaban yang hilang setelah ditelan letusan Samalas, dan perdaban tersebut meninggalkan dari benda-benda yang digunakan hidup sehari-hari pada zaman tersebut dan benda-benda peninggalan ini dikirimkan kebebrapa museum seperti Balai Arkeologi Bali, Museum Geologi Nasional dan juga beberapa ada di Belanda, karena hal ini Gunung Rinjani membutuhkan suatu lembaga yang dapat menyimpan dan mengkaji sendiri mengenai peninggalan-peninggalan peradaban tersebut. Kata kunci: Gunung Rinjani, Museum Gunung Rinjani, Neo-Vernakular, Budaya Sasak Abstract Mount Rinjani has an altitude of 3,726 meters above sea level. Because of this height, Mount Rinjani is one of the highest mountains in Indonesia, which is in third position and Mount Rinjani is one of the mountains that has climbing routes that are much liked by climbers, both from local climbers to foreign climbers because of its beautiful natural scenery. beautiful from the beginning of the climb to the top of the end of the climb. Now Mount Rinjani is in Mount Rinjani National Park with an area of 41,330 ha, while the administrative boundaries of Mount Rinjani are located in the three districts east of Lombok island namely East Lombok Regency, Central Lombok Regency and North Lombok Regency. Mount Rinjani has a lot of information about the history of both geological history regarding the formation and occurrence of eruptions affecting disaster archeology. The eruption of Mount Samalas, which is the ancestor of Mount Rinjani,