Proceeding Biology Education Conference Volume 15, Nomor 1 Halaman 335-341 p-ISSN:2528-5742 Oktober2018 SP-007-003 Penerapan Pembelajaran Kooperatif Group Investigation dengan Media Gadget terhadap Keaktifan Siswa XI MIPA 4 SMA Negeri 4 Surakarta Tahun Pelajaran 2017/2018 Implementation of Group Investigation Cooperative Learning with Media Gadget on Student Activeness XI MIPA 4 SMA Negeri 4 Surakarta Year 2017/2018 Azhari Fatikhasuri 1 , Slamet Santosa 1 *, Suwarno 1 , Tutut Sumarjiyana 2 1 Universitas Sebelas Maret, Jl. Ir. Sutami No. 36A Jebres, Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia 4 SMA N 4 Surakarta, Jalan LU Adi Sucipto No. 1, Banjarsari, Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia *Corresponding author: slametsantosa@staff.uns.ac.id Abstract: The aim of this research to determine the implementation of group investigation with media gadget on student activeness XI MIPA 4 SMA Negeri 4 Surakarta year 2017/2018. Subjects in this study were students of SMA Negeri 4Surakarta class XIScience 4 with the number of 31 students.This research is classroom action research that refers to the Kemmis and Mc Taggart models that include planning, implementation, observation, and reflection activities in each cycle. The main data is the result of student activation observation during the learning process with cooperative group investigation learning model. Validation of data using triangulation method.Data analysis using qualitative descriptive consisting of three stages of data reduction, data presentation and drawing conclusion.This classroom action research is carried out in two cycles, with each cycle being two meetings. The results showed that group investigation cooperative learning model with media gadgetis able to improve the student activenessXI MIPA 4 SMA Negeri 4 Surakarta year 2017/2018 before action 41%, first cycle is 60%, second cycle is 78%. Keywords: student activeness, group investigation, media gadget 1. PENDAHULUAN Pendidikan dalam Undang - Undang RI No. 20 Tahun 2003 adalah usaha mewujudkan proses belajar mengajar agar siswa secara aktif memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, ahlak mulia, serta keterampilan. Proses pembelajaran diadakan secara interaktif, inspiratif, memotivasi siswa berpartisipasi aktif. Trilling & Fadel (2009) mengatakan bahwa keterampilan paling dibutuhkan adalah memecahkan masalah, inovatif, aktif berkomunikasi, dan kolaborasi. Paradigma pembelajaran abad 21 menekankan kemampuan mengakses informasi secara efektif serta efisien, merumuskan permasalahan, berpikir analitis, serta kerjasama dalam menyelesaikan masalah secara kritis (Wijaya, Sudjimat, Nyoto, & Malang, 2016).Salah satu prinsip pembelajaran adalah pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran di kelas.Pencapaian siswa dilakukan kontinu dari komponen pendidikan secara konsisten disesuaikan perkembangan ilmu secara global. Ilmu pengetahuan dalam pendidikan terus berkembang sesuai perkembangan teknologi dan zaman.Bahan pembelajaran harus memberikan desain otentik agar siswa secara berkelompok dapat menciptakan solusi memecahkan masalah dalam konteks pembelajaran.Pemecahan masalah mengarah ke pertanyaan dan mencari jawaban oleh peserta didik yang kemudian dapat dicari menggunakan sumber daya informasi yang tersedia (Trilling & Hood) dalam (Wijaya, Sudjimat, Nyoto, & Malang, 2016). Hasil observasi di SMA Negeri 4 Surakarta: 1) sedikit siswa memperhatikan dan mencatat penjelasan guru; 2) siswa hanya mencari informasi melalui buku teks; 3) sebagian siswa berdiskusi dengan teman sebangku; 4) siswa sesekali bertanya untuk guru dan teman; 5) sebagian siswa mengerjakan soal secara mandiri; 6) siswa sedikit berpartisipasi di kelas; 7) siswa malu mengemukakan pendapat; 8) beberapa siswa menanggapi teman; 9) sebagian ikut menyimpulkan pembelajaran; 10) guru memberikan tugas dan beberapa siswa mengerjakan. Arigiyati (2016) menyatakan kualifikasi persentase keaktifan siswa di kelas dibagi 5 kategori, yaitu: 1) sangat rendah (0% - 20%); 2) rendah (21% - 40%); 3) sedang (41% - 60%); 4) tinggi (61% - 80%); 5) sangat tinggi (81% - 100%). Mengacu kriteria tersebut, capaian rata-ratakeaktifan siswa di