KURIOS, Copyright ©2023, Authors | 353 e-ISSN 2614-3135 p-ISSN 2615-739X https://www.sttpb.ac.id/e-journal/index.php/kurios Mencahayai the dark night of the soul dan signifikansi teologi estetika dalam ziarah pemulihan trauma Oinike Natalia Harefa Sekolah Tinggi Teologi Banua Niha Keriso Protestan Sundermann, Nias, Sumatera Utara Abstract: Traumatic experiences, either experienced personally or com- munally due to unforeseeable events, can lead to prolonged suffering. Therefore, resources for trauma healing are essential. Trauma healing may undergo a process called the dark night of the soul, a historical event with potentially painful and destructive processes, yet leading to liberation from the trauma's grip. This paper aims to elaborate on the dark night of the soul based on the experiences of Teresa of Avila using an Aesthetic Theology perspective. I employ a qualitative research method utilizing literature re- views and interviews. The beginning of this article emphasizes trauma as a theological issue, indicating a need to provide answers that lead to hope. I also interpret trauma as a condition closely related to the concept of the dark night of the soul. The experiences of Teresa of Avila are discussed in detail. My findings are that the idea of the dark night of the soul, from an Aesthetic Theology perspective, can serve as a theological resource for the pilgrimage of trauma recovery. Abstrak: Pengalaman traumatik yang dialami secara personal maupun ko- munal oleh karena peristiwa yang tak tertanggungkan dapat membawa pada penderitaan yang berkepanjangan. Oleh karena itu, sumber-sumber pemulihan trauma dibutuhkan. Pemulihan trauma dapat melewati proses yang disebut dengan the dark night of the soul, yakni peristiwa historis dengan proses yang dapat saja menyakitkan dan menghancurkan namun membawa pada pembebasan dari keterikatan pada trauma tersebut. Tuli- san ini bertujuan untuk mengelaborasi the dark night of the soul berdasarkan pengalaman Teresa dari Avila dengan menggunakan perspektif Teologi Estetika. Saya menggunakan metode penelitian kualitatif dengan studi ke- pustakaan dan wawancara. Bagian awal artikel ini menekankan trauma sebagai persoalan teologis sehingga ada kebutuhan untuk memberi jawa- ban yang menuntun pada pengharapan. Saya juga memaknai trauma seba- gai kondisi yang dekat dengan konsep the dark night of the soul. Pengalaman Teresa dari Avila dibahas secara khusus. Temuan saya adalah konsep the dark night of the soul berdasarkan perspektif Teologi Estetika dapat menjadi sumber teologi bagi ziarah pemulihan trauma. Pendahuluan Trauma adalah persoalan teologis dan spiritual. Seseorang atau komunitas yang menderita trauma mengalami gangguan pada relasinya dengan diri sendiri, Tuhan, dan sesama. Di Nias, bencana gempa pada 28 Maret 2005 menjadi penyebab trauma personal maupun komunal, Correspondence: oinike21121986@gmail.com DOI: https://doi.org/10.30995/ kur.v9i2.753 Article History Submitted: August 02, 2023 Reviewed: August 29, 2023 Accepted: August 30, 2023 Keywords: cognitive awareness; the dark night of the soul; theology of aesthetics; trauma; trauma healing; pemulihan trauma; teologi estetika; kesadaran kognitif Copyright: ©2023, Authors. License: Scan this QR, Read Online (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen ) Vol 9, No. 2, Agustus 2023 (353-363)