Jurnal Sains Teknologi & Lingkungan Available online http:// jstl.unram.ac.id ISSN: 2477-0329, e-ISSN: 2477-0310 Terakreditasi Kemenristek-DIKTI SINTA 4 Nomor: 225/E/KPT/2022 Vol. 9 No. 3 pp: 402-515 September 2023 DOI https://doi.org/10.29303/jstl.v9i3.464 Research Articles Analisis Arahan Penggunaan Lahan berdasarkan Kelas Kemampuan Lahan di Daerah Aliran Sungai Kelep Lombok Analysis of Land Use Direction based on Land Capability Class in the Kelep Watershed, Lombok Endah Herlina, Hayati, Muktasam Prodi Magister Pertanian Lahan Kering, Pascasarjana Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat, INDONESIA. Tel. +62-0370 621435, Fax. +62-0370 640189 *corresponding author, email: endah.herlina.eh@gmail.com Manuscript received: 04-07-2022. Accepted: 20-09-2023: ABSTRACT Konversi lahan hutan menjadi lahan pertanian menjadi perhatian serius di DAS Kelep. Metode pertanian yang diterapkan tanpa penerapan pengawetan tanah dan agroteknologi yang tepat telah mengakibatkan erosi yang signifikan dan penurunan produktivitas lahan. Pengelolaan DAS Kelep harus melibatkan integrasi yang harmonis dari tujuan konservasi tanah dan air dengan tujuan meningkatkan hasil pertanian, Langkah pertama adalah melakukan evaluasi kemampuan lahan di daerah ini, Tujuan penelitian ini adalah merumuskan arahan penggunaan lahan untuk pertanian berkelanjutan berbasis Jagung sesuai dengan kelas kemampuannya di DAS Kelep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DAS Kelep sebagian besar terdiri dari lahan yang tergolong kelas kemampuan lahan IV seluas 5.335,3 ha (48,02%), dan VI seluas 3.493,04 ha (30,95%), sedangkan kelas III seluas 1.813,71 ha (16,32%). Faktor penghambat untuk semua kelas kemampuan lahan meliputi kepekaan erosi tanah (rendah - sedang - agak tinggi), kelerengan (bergelombang-bergelombang-agak curam), dan kerusakan erosi (sedang-berat dan berat). Lahan yang tergolong kelas II, III, dan IV dapat dimanfaatkan untuk budidaya Tanaman Jagung (Zea Mays), disertai penerapan agroteknologi yang tepat serta tindakan konservasi tanah dan air untuk menjamin kelestariannya. Sedangkan tanah kelas VI tidak cocok untuk ditanami Jagung, sebaiknya untuk vegetasi permanen atau hutan yang dikombinasikan dengan pengembangan tanaman bawah tegakan dengan pola wanatani. Kata kunci: Jagung (Zea mays); Daerah Aliran Sungai (DAS); Wanatani Erosi; Kemampuan lahan ABSTRAK Conversion of forest land into agricultural land is a serious concern in the Kelep watershed. Agricultural methods applied without proper application of soil preservation and agrotechnology have resulted in significant erosion and reduced land productivity. Efforts to manage the Kelep watershed must be carried out by combining the interests of soil and water conservation with increase in agricultural production. The first step is to evaluate the capability of the land in this area. The aim of this study is to formulate a direction for land use for sustainable corn-based agriculture according to its capability class in the Kelep watershed. The results showed that the Kelep watershed was dominated by land with class IV 5,335.3 ha (48.02%) and VI 3,493.04 ha (30.95%) and III 1,813.71 ha (16. 32%) with the