Jurnal Diskursus Islam ISSN Print: 2338-5537 | ISSN Online: 2622-7223 Vol. 11 No. 1 (2023) : April | p. 69-82 Journal Homepage: https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/diskursus_islam/ Doi: https://doi.org/10.24252/jdi.v11i1.37644 Sejarah Pakaian Adat Masyarakat Kajang Kabupaten Bulukumba (Studi Etnografi Komunikasi) Ikramullah Mahdi 1 , Muliadi Mau 2 , Arianto 3 Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Hasanuddin 1,2,3. Email: ikramullahmahdi@gmail.com 1 (Corresponding author) Submitted: 17-03-2023 | Accepted: 25-04-2023 Abstrak: Penelitian ini dilakukan di Desa Tanah Toa Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan yang sampai saat ini masih memegang erat keperyaan para leluhurnya, salah satunya yaitu menggunakan pakain serba hitam yang dianggap sebagai pakaian yang suci dan sakral. Metode penelitian ini deskriptif kualitatif dan menggunakan pendekatan etnografi komunikasi. Data dikumpulkan dengan cara observasi, wawancara, kepustakaan dan dokumentasi. Tujuan penelitian ini untuk mendiskripsikan sejarah dan tradisi pakaian adat komunitas etnik Ammatoa Kajang Kabupaten Bulukumba. Hasil penelitian ini pada sejarah dan tradisi pada pakaian adat suku kajang merupakan penanda identitas kultural komunitas etnik Ammatoa, yang menggambarkan kepercayaan bahwa manusia terlahir dari alam kegelapan hingga akhir hayatnya juga kembali ke alam kegelapan. Melaksanakan tradisi leluhur Ammatoa sebagai pimpinan adat tertinggi yang juga menggunakan pakaian adat di masa lalu, mencerminkan ketaatan pada hukum adat (Pasang) khususnya prinsip attallasa’ kamase-mase atau hidup bersahaja/sederhana, merepresentasikan kesamaan derajat bagi setiap orang di depan tuhan (Turiek Akra’na), rasa persamaan dan senasib sepenanggungan. Kata Kunci: Studi Etnografi komunikasi; Sejarah; Pakaian Adat; Suku Kajang I. PENDAHULUAN Setiap daerah memiliki ciri khas budayanya, seperti rumah adat, pakaian adat, tarian, alat musik, maupun adat istiadat yang dianut. Kekhasan budaya lokal yang di setiap daerah memiliki kekuatan tersendiri. Misalnya pakaian adat, menjadi daya tarik karena memiliki corak, ragam, warna yang unik yang mencirikan identitas suatu daerah atau suku bangsa. Untuk itu, budaya lokal yang dimiliki harus dijaga serta diwarisi dengan baik agar budaya bangsa tetap kukuh. 1 Di Indonesia, beragam jenis pakaian adat yang dimiliki setiap daerah sebagai warisan budaya bangsa yang harus tetap dilestarikan. Pakaian adat sebagai identitas suatu masyarakat memiliki corak yang disesuaikan dengan ciri dan pemahaman masyarakat itu sendiri. Kekhasan yang dimiliki oleh setiap kelompok masyarakat dalam hal pakaian adat sudah ada secara turun-temurun dari nenek moyang mereka yang tetap 1 Nuraeni, Heny G & Alfan, Muhammad. Studi Budaya di Idonesia. Bandung: Pustaka Setia. 2012.