E. Fitrianingsih. et. al. JRSKT Vol. 3 No. 1 Juli 2013 ISSN: 2302-8467 251 PENGARUH PENAMBAHAN SILIKA TERHADAP MEMBRAN SULFONASI POLIETER ETER KETON – AKRILONITRILBUTADIENA STIRENA Eka Fitrianingsih, Yusmaniar, dan Afrizal Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Jakarta, Jl. Pemuda No. 10, Rawamangun 13220, Jakarta Indonesia Abstrak Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh penambahan silika pada membran Sulfonasi Polieter Eter Keton-Akrilonitril Butadiena Stirena untuk aplikasi PEMFC. Variasi dilakukan pada konsentrasi silika sebesar 0%, 3%, 5%, 10%, dan 15% dari berat polimer. Tujuan penambahan silika adalah untuk mendapatkan konsentrasi silika optimum pada membran SPEEK-ABS. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi silika optimum berada pada penambahan silika 3%. Penambahan silika 3% memberikan karakteristik pada membran yaitu mampu meningkatkan konduktivitas ionik sebesar 0.0075 x 10 -3 S/cm. Dengan penambahan silika juga dapat meningkatkan swelling terhadap air dan metanol. Analisis gugus sulfonat pada membran dilakukan dengan FTIR dan memperoleh hasil gugus sulfonat membran SPEEK-ABS berada pada bilangan gelombang 1203.58 cm -1 . Kata kunci : membran elektrolit, SPEEK, ABS, silika, konduktivitas ionik, swelling. Abstract Has done research on the effect of silica on membranes sulfonated polyether ether ketone – acrylonitrile butadiene styrene for applications PEMFC. Variation performed on silica concentration of 0%, 3%, 5%, 10%, and 15% by weigh of use polymer. The purpose of this addition silica is to find the optimum of silica concentration on membranes SPEEK-ABS. The result experiment showed that optimum of silica concentration is 3%. Additionally of 3% silica can be characteristic on membranes is to be increasing ionic conductivity of of 0.0075x10 -3 S/cm. With addition silica can be increasing swelling water and methanol. Analysis of group sulfonated membranes is done by FT-IR and getting the wave value is 1203.58 cm -1 . Keywords : membranes electrolyte, SPEEK, ABS, silica, ionic conductivity, swelling 1. Pendahuluan Salah satu jenis fuel cell yang dikembangkan saat ini adalah Polymer Electrolyte Membrane Fuel Cell (PEMFC). PEMFC merupakan salah satu energi ramah lingkungan yang menjadi sumber energi alternatif untuk aplikasi transportasi dan pembangkit listrik skala kecil. Keuntungan utama dari PEMFC yaitu dapat digunakan sebagai pengganti baterai, memiliki efisiensi sebesar 64% dan dapat bekerja dengan bahan bakar yang ramah lingkungan sehingga tidak menghasilkan polusi karena emisi buang dari sel bahan bakar ini berupa uap air. Sel bahan bakar ini bekerja pada temperatur yang relatif rendah (30-150 o C), tetapi dapat memberikan energi yang lebih besar daripada tipe sel bahan bakar yang lain [1]. Sistem fuel cell ini memiliki densitas yang tinggi bila dibandingkan dengan baterai. Teknologi fuel cell ini telah berkembang di beberapa negara maju seperti Amerika dan Jepang yaitu sebagai pembangkit energi di gedung-gedung bertingkat, rumah tangga, bus, mobil, atau alat-alat elektronik seperti PDA dan telepon genggam dalam bentuk prototipe [2]. Pada sistem sel bahan bakar PEMFC terdapat membran elektrolit yang merupakan ”jantung” dari sistem tersebut. Fungsi dari membran pada sel bahan bakar adalah sebagai elektrolit dan pemisah dua gas reaktan. Sebagai membran elektrolit, sel bahan bakar membran menjadi sarana transportasi ion hidrogen yang dihasilkan oleh reaksi anoda menuju katoda, sehingga reaksi yang terjadi pada katoda menghasilkan energi listrik [3,4]. Karateristik membran elektrolit untuk aplikasi PEMFC adalah memiliki konduktivitas ionik yang besar, menghindari adanya permeabilitas metanol (methanol crossover), kestabilan kimia dan mekanik yang baik. brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by JRSKT - Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan