DOI: http://dx.doi.org/10.26555/jpsd email: jpsd@pgsd.uad.ac.id ANALISIS INSTRUMEN KENDANG DALAM KARAWITAN JAWA DI TINJAU DARI NILAI LUHUR TAMANSISWA Arya Dani Setyawan 1 , Ardian Arief 2 , Akbar Al Masjid 3 1, 2, 3 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta 1 aryadanisetyawan@gmail.com 2 ardian.arief@ustjogja.ac.id 3 almasjida@ustjogja.ac.id Informasi artikel ABSTRAK Sejarah artikel Diterima Revisi Dipublikasikan : 15/10 : 20 : 28/12/2107 Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan analisis estetika karawitan Jawa dalam kaitannya dengan nilai-nilai luhur Tamansiswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus yaitu mengamati secara langsung ke lapangan dengan melakukan wawancara kepada pelaku seni, lembaga, dan masyarakat sekitar. Hasil wawancara digunakan untuk memperoleh informasi tentang kekuatan, kelemahan, peluang, dan hambatan dari masing-masing kelompok karawitan yang ada dilingkungan Tamansiswa. Hasil wawancara di analisis menggunakan analisis SWOT kemudian dipetakan dengan matriks EFAS dan IFAS. Tujuan akhir dari penelitian ini adalah merumuskan strategi analisis estetika pada karawitan jawa yang berada di Yogyakarta dan khususnya berada di lingkungan Tamansiswa. Gamelan dan Tamansiswa menjadi satu kesatuan estetika karena nilai yang terkandung dalam gamelan itu sendiri erat dengan ajaran Tamansiswa yaitu Tri Saksi Jiwa (Cipta, Rasa, Karsa) cipta selalu terkait dengan bentuk instrument gamelan sedangkan rasa adalah manifestasi dari hasil yang di bunyikan dari gamelan kemudian karsa adalah ciri khas kebudayaan yang meliputi kekuatan gotong-royong (kebersamaan) dalam menyajikan pertunjukan gamelan. Kata kunci: Analisis estetika, karawitan Jawa, nilai luhur Tamansiswa ABSTRACT Keyword: Aesthetic analysis, Javanese karawitan, noble value Tamansiswa This study aims to describe the aesthetic analysis of Javanese Karawitan in relation to noble values Tamansiswa. This research uses qualitative research methods with a case study approach that is observing directly to the field by conducting interviews to artists, institutions, and the surrounding community. Interview results are used to obtain information about the strengths, weaknesses, opportunities, and obstacles of each karawitan groups that exist in Tamansiswa. The result of interview in analysis using SWOT analysis then mapped with EFAS and IFAS matrix. Gamelan and Tamansiswa become a unity of aesthetics because the value contained in the Gamelan itself is closely related to the teachings of Tamansiswa Tri Saksi Jiwa (Cipta, Rasa, Karsa) Cipta is always associated with the form of Gamelan instruments. While Pain is a manifestation of the sounds of gamelan. Then Karsa is a cultural characteristic that includes the power of mutual cooperation (togetherness) in presenting gamelan performances. Pendahuluan Gamelan jawa merupakan kumpulan dari instrument tradisional yang masih ada dan berkembang di tanah jawa. Gamelan kehadiranya membawa beberapa dampak yang signifikan bagi perkembangan seni budaya Indonesia. Secara filosofis gamelan jawa merupakan satu bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat JURNAL JPSD Vol. 4 No. 2 Tahun 2017 ISSN 2356-3869 (Print), 2614-0136 (Online)