SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
Volume 8, Nomor 2, Juni 2024, hal. 1798 – 1803
ISSN : 2614-5251 (print) | ISSN : 2614-526X (elektronik)
1798
Pemberdayaan masyarakat melalui pembuatan pupuk organik dari limbah
pertanian di desa Sereang kecamatan Maritengngae kabupaten Sidenreng
Rappang
Sapriyadi
1
, Abdul Azis Ambar
1
, Irmayani
1
, Nursiah Ali
2
1
PPs Agibisnis, Universitas Muhammadiyah Parepare, Indonesia
2
Penyuluh Pertanian Lapangan, Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Maritengngae, Indonesia
Penulis korespondensi : Sapriyadi
E-mail : sapriadirsbi267@gmail.com
Diterima: 27 Mei 2024| Direvisi: 11 Juni 2024| Disetujui: 11 Juni 2024 |© Penulis 2024
Abstrak
Pelatihan pembuatan pupuk organik bertujuan untuk mengedukasi petani dengan memberikan
informasi dan praktik cara pembuatan pupuk organik dari limbah pertanian. Program pengabdian
masyarakat ini dilaksanakan di Desa Sereang, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng
Rappang. Pada 9 Mei 2024. Mitra kegiatan yaitu kelompok tani mamminasae di Desa Sereang
berjumlah 25 orang. Mereka bermata pencaharaan sebagai petani padi sawah. Metode yang dilakukan
adalah sosialisasi dan pelatihan pembuatan pupuk organik. Tahapan kegiatan meliputi (1) sosialisasi
potensi, pemanfaatan, dan cara pembuatan pupuk organik, (2) pelaksanaannya meliputi praktik
pembuatan pupuk. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa sosialisasi dan instruksi
pembuatan pupuk organik, kelompok tani Mamminasae menyadari pentingnya pengolahan limbah
pertanian dan cara mengolahnya menjadi pupuk organik. Peserta dapat membuat pupuk organik dari
limbah jerami dan kotoran sapi secara mandiri. Terdapat peningkatan pemahaman pengetahuan
peserta tentang cara pembuatan pupuk organik dari jerami padi dan kotoran sapi yang dibuktikan
dengan kemampuan petani membuat pupuk organik dari limbah pertanian yang dimanfaatkan
menjadi pupuk organik.
Kata kunci: pelatihan; limbah pertanian dan; pupuk organik.
Abstract
The training on making organic fertilizer aims to educate farmers by providing information and
practice on how to make organic fertilizer from agricultural waste. This community service program
was implemented in Sereang Village, Maritengngae District, Sidenreng Rappang Regency. On May 9
2024. The activity partners, namely the Mamminasae farmer group in Sereang Village, number 25
people. They earn their living as rice farmers. The method used is socialization and training in making
organic fertilizer. The activity stages include (1) socializing the potential, utilization and methods of
making organic fertilizer, (2) implementation includes the practice of making fertilizer. The results of
service activities show that with the socialization and instructions for making organic fertilizer, the
Mamminasae farmer group is aware of the importance of processing agricultural waste and how to
process it into organic fertilizer. Participants can make organic fertilizer from waste straw and cow
dung independently. There was an increase in participants' understanding of how to make organic
fertilizer from rice straw and cow dung as evidenced by the ability of farmers to make organic
fertilizer from waste that has not been optimally utilized as organic fertilizer.
Keywords: training; agricultural waste and; organic fertilizer.