Jurnal Marshela (Marine and Fisheries Tropical Applied Journal) DOI: 10.25181/marshela.v1i2.3383 Vol. 1 No. 2/ 2023 (106-112) e-ISSN: 2988-3822 106 Senyawa Aktif dari Ekstrak Keong Mas Sebagai Pengganti 17 α Metil Testosteron untuk Pembenihan Ikan Nila (Oreochomis Niloticus) Monosex Active Compound of Golden Snail as Natural Sintetic Hormon 17α Metil Testosterone for Tilapia Monosex Culture Nuning Mahmudah Noor 1 , *Muliawati Handayani 2 , Agung Kurniawan 1 dan Mulya Septika 1 1 Budidaya Perikanan, Jurusan Peternakan, Politeknik Negeri Lampung Jalan Sukarno-Hatta No.10 Rajabasa, Bandar Lampung 2 Perikanan Tangkap, Jurusan Peternakan Politeknik Negeri Lampung, Jalan Sukarno-Hatta No.10 Rajabasa, Bandar Lampung E-mail korespondensi: muliawatihandayani2020@gmail.com Teregistrasi: 10 Desember 2023, Diterima: 12 Desember 2023, Terbit: 13 Desember 2023 ABSTRAK Ikan Nila merupakan komoditas budidaya air tawar favorit di kalangan pembudidaya ikan. Selain memiliki kemudahan pemeliharaan dan adaptasi yang baik terhadap faktor eksternal, ikan nila juga mudah melakukan perkawinan liar jika dibudidaya secara heterosex. Hal ini menyebabkan laju pertumbuhan ikan betina lebih lambat karena pemijahan dan merugikan petani. Budidaya monosex menjadi solusi yang tepat untuk meminimalisir hal tersebut, sehingga diperlukan upaya pembalikan kelamin ikan (sex reversal) saat ikan masih larva. Tujuan penelitian ini adalah memanfaatkan bahan aktif keong mas sebagai bahan dalam sex reversal, mengetahui persentase jantanisasi dan nilai SR (Survival Rate) perlakuan. Tahapan penelitian terdiri dari ekstraksi keong, maserasi, evaporasi dan pengaplikasian dalam budidaya dengan perlakuan dengan teknik oral 2,7g/kg (ekstrak:pakan) pada 3 kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak keong efektif menaikan persentase jantan sebanyak 70,78% dari nilai persentase jantan pada kontrol yaitu 65%, namun belum mampu mempertahankan nilai SR lebih dari kontrol. Uji fitokimia menunjukan hasil kualitatif negatif terhadap kandungan steroid, hal ini dimungkinkan karena perbedaan jenis pelarut pada saat maserasi. Sehingga diperlukan penelitian lanjutan untuk mendapatkan hasil yang lebih reliabel. Kata kunci: Ikan Nila, Jantanisasi, Larva, Sex reversal, Steroid ABSTRAK Tilapia is a favorite freshwater culture commodity among fish farmers. It is easy to culture and has good adaptation. Farmers faced problems spawning wild tilapia when they cultivated heterosexually. This causes the growth rate of females to be slower than that of males. Monosex cultivation is the right solution to solve this problem, so sex reversal of tilapia larvae is needed. The purpose of this study was to extract golden snails as ingredients in sex reversal to determine the percentage of male larvae and survival rate value. The research stages include snail extraction, maceration, evaporation, and culture by oral techniques at 2.7 g/kg (extract: feed) three times. The results showed that snail extract was effective in increasing the male percentage by 70.78% from the control value of 65%, but was not able to maintain the SR value above the control. The phytochemical test showed negative qualitative results regarding steroid content; this is possible due to the difference in the type of solvent during maceration. So further research is needed to get more reliable results. Keywords: Larvae, Masculinization, Sex reversal, Streroid, Tilapia PENDAHULUAN Tilapia merupakan jenis komoditas budidaya ikan dengan jumlah produksi terbesar kedua dalam pasar global. Terlebih jenis ikan ini memiliki harga yang terjangkau bagi masyarakat khususnya Indonesia. Jenis Tilapia yang paling umum dijumpai adalah ikan Nila (Oreochomis niloticus). Kemudahan dalam pemijahan, pemeliharaan dan ketahanannya terhadap berbagai perubahan kondisi lingkungan menjadi sisi keuntungan bagi pembudidaya ikan nila. Namun demikian, dalam tahap pembesaran, pembudidaya ikan dihadapkan pada permasalahan yaitu nilai variasi ukuran dan bobot yang tinggi. Hal