1| Analisis Butir dalam Pengembangan Pengukuran Psikologi | Wahyu Widhiarso 2010 Analisis Butir dalam Pengembangan Pengukuran Psikologi Oleh : Wahyu Widhiarso Fakultas Psikologi UGM Tahun 2010 Analisis aitem adalah suatu proses yang menguji respon subjek terhadap aitem yang dibuat yang bertujuan untuk menilai kualitas dari item‐item dan tes secara keseluruhan. Analisis aitem sangat penting dalam meningkatkan kualitas aitem yang akan digunakan kembali dalam pengukuran formal (pengukuran sebenarnya) nantinya. Analisis aitem juga mampu mengeliminasi aitem yang ambigu, menyesatkan dan tidak relevan baik dengan konstrak maupun dengan subjek yang diukur. Analisis aitem penting untuk meningkatkan pengalaman dan keterampilan si pengembang instrumen ukur dalam mengidentifikasi domain‐domain konstrak yang ukur, mana domain yang perlu mendapatkan penekanan dan mana yang tidak perlu. Dari paparan diatas dapat kita simpulkan bahwa analisis aitem tidak hanya mengidentifikasi relevansi aitem dengan konstrak ukur akan tetapi juga relevansi aitem dengan sampel yang diukur. Butir “saya menghargai upaya atasa saya” bisa jadi akan gugur dalam analisis jika sampel yang digunakan adalah siswa, sebaliknya aitem tersebut tidak gugur jika sampelnya adalah pegawai. A. STATISTIK BUTIR Berikut ini akan dijelaskan statistik yang diidentifikasi dalam analisis aitem. 1. Jumlah Butir. Jumlah aitem menjadi pertimbangan karena menyangkut kualitas pengukuran misalnya domain ukur. Domain ukur yang sempit hanya membutuhkan aitem yang sedikit dibanding dengan domain ukur yang luas. Skala Self‐Efficacy for Self‐Regulated Learning yang dikembangkan oleh Bandura (2001) hanya berisi 11 aitem dibanding dengan Skala General Perceived Self‐Efficacy Scale Jerusalem dan Schwarzer (1981). Selain itu pengukuran unidimensi akan membutuhkan banyak aitem dibanding pengukuran multidimensi. Alat ukur multidimensi (multifaktor) seperti EPPS, MMPI, Big Five Personality menggunakan aitem yang banyak dibanding dengan skala psikologi yang memusatkan pada satu trait/abilitas. Dalam analisis aitem kita mempertimbangkan apakah jumlah aitem skala yang kita kembangkan sudah cukup kuat untuk merepresentasikan domain ukur. Untuk mengantisipasi akan banyaknya aitem yang gugur, disarankan untuk melipatgandakan dari jumlah aitem target dalam skala kita. Kalau kita mentargetkan skala kita berisi 15 aitem, aitem yang kita ujicobakan bisa berjumlah 30 (2x lipat) atau 15 aitem (3 kali lipat). Proporsi jumlah aitem pada tiap aspek pengukuran diupayakan agar sama jika kita tidak membobot aspek‐aspek ukur. Kalaupun ada aspek yang memiliki penekanan lebih dibanding dengan aspek lainnya usakanlah agar jumlah aitem yang sudah jadi sesuai dengan proporsi bobot aspeknya. 2. Rerata dan Deviasi Standar Butir Rerata dan deviasi standar penting untuk diidentifikasi dalam analisis aitem. Rerata menunjukkan kecenderungan respons maupun skor skala. Devasi standar adalah ukuran penyebaran skor subjek pada aitem yang menunjukkan bagaimana respons atau skor menyebar. Semakin tinggi nilai deviasi standar menunjukkan respons subjek terhadap aitem