April, 2013 Agriekonomika, ISSN 2301-9948 Volume 2, Nomor 1 58 DAMPAK KEBERADAAN JEMBATAN SURAMADU TERHADAP NILAI TANAH DI WILAYAH KAKI JEMBATAN SISI MADURA Amanatuz Zuhriyah dan Ihsannudin Jurusan Agribisnis-Fakultas Pertanian, Universitas Trunojoyo Madura amanatuz.zuhriyah@gmail.com ABSTRACT The construction of Suramadu Bridge give an impact on land values in foot bridge areas. This study aims to analyze the impact of the bridge on land values, before and after presence of the bridge. The results of this research shows land values at Labang is more than before. While, land values at Arosbaya, as control areas, has not changed significantly before and after the construction. The comparison between subject areas and control areas before the construction, were not significantly different. While, after the construction, there are significant differences between two samples tested, indicating that the existing Suramadu bridge has impact to the land value at Labang compared to land values at Arosbaya, as control areas. Key words: Suramadu Bridge, land values. PENDAHULUAN Pembangunan Indonesia memiliki tujuan untuk memakmurkan rakyat tapi juga memeratakannya pada seluruh masyarakat. Namun nampaknya upaya untuk memakmurkan serta memeratakan pembangunan seringkali terkendala kurangnya infrastruktur yang ada. Sebagaimana kondisi pembangunan yang terjadi antara di Surabaya dan wilayah Madura terlihat adanya disparitas yang demikian besar. Hal itu salah satunya masih adanya kendala sarana penghubung berupa ferry yang masih memiliki banyak kendala. Berdasarkan pemikiran tersebut maka muncul gagasan untuk menghubungkan dua wilayah tersebut dengan sebuah jembatan. Maka pada 10 Juni 2009 secara resmi dibuka operasional Jembatan Suramadu yang menghubungkan wilayah Jawa (Surabaya) dengan Madura (Bangkalan). Jembatan Suramadu ini diyakini akan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi di wilayah Madura sehigga akan dapat memakmurkan seluruh rakyat. Meski demikian, sebagaimana yang dikemukakan oleh American Institute of Real Estate Appraiser (2001), bahwa ketersediaan fasilitas baru termasuk kehadiran Jembatan Suramadu ini akan mengakibatkan perubahan pada pola guna lahan dan nilai tanahnya. Perubahan pola guna lahan dari pertanian menjadi kawasan perumahan, perdagangan jasa dan bisnis (komersial) serta fasilitas pelayanan umum tentunya akan menaikkan nilai tanah di sekitar kawasan fasilitas baru berupa Jembatan Suramadu tersebut. Variabel utama yang menentukan nilai tanah adalah berkaitan dengan lokasi tanah yang memiliki aksesibilitas atau jarak dengan pusat kota dan pusat kegiatan ekonomi. Konsep ini diartikan lebih luas sebagai kawasan kegiatan ekonomi dalam Zona Nilai Tanah (ZNT) yang meliputi atau berkaitan dengan lokasi pusat kegiatan untuk perbelanjaan, pendidikan, perkantoran, terminal, stasiun kereta api, bandara, perhotelan, tempat rekreasi dan pusat kegiatan ekonomi lainnya. Kriteria utama yang perlu dipertimbangkan dalam membeli sebuah properti, adalah yang pertama: lokasi, kedua: lokasi dan yang ketiga: