76
© 2023 Program Studi Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana UNDIP
JURNAL ILMU LINGKUNGAN
Volume 21 Issue 1 (2023) : 76-85 ISSN 1829-8907
Karakteristik Sampah Sungai dan Perilaku Masyarakat
Pesisir Terhadap Sampah Plastik: Studi Kasus di Sungai
Pengarengan, Kabupaten Cirebon
Ayu Dwi Astuti
1
, Evi Frimawaty
1*
, dan Dwiyitno
2
1
Sekolah Ilmu Lingkungan, Universitas Indonesia, Jakarta; e-mail: evi.frimawaty11@ui.ac.id
2
Pusat Penelitian Teknologi dan Pengolahan Pangan, Badan Riset dan Inovasi Nasional, Yogyakarta.
ABSTRAK
Penggunaan plastik terus meningkat seiring dengan bertambahnya populasi. Sayangnya, konsumsi plastik
yang tinggi tidak diikuti dengan pengelolaan yang tepat sehingga menyebabkan sampah plastik yang berasal
dari darat masuk ke badan sungai kemudian berakhir di wilayah pesisir dan mencemari lingkungan. Penelitian
ini dilakukan di Desa Pengarengan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Sungai Pengarengan merupakan jalur
transportasi kapal nelayan menuju Laut Jawa sehingga aktivitas masyarakatnya yang tinggi berpotensi
menimbulkan pencemaran sampah ke lingkungan sekitarnya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis
karakteristik sampah plastik serta mengevaluasi hubungan antara aspek pengetahuan dan sikap dengan
perilaku masyarakat terkait sampah plastik yang mencemari lingkungan. Metode yang digunakan adalah
kelimpahan pelepasan sampah dan puing-puing sampah dikumpulkan di dua titik sampling dengan
menggunakan jaring yang memiliki ukuran mata jaring 5cm, dipasang pada waktu pagi hari sesuai lebar
sungai. Data perilaku masyarakat terhadap sampah plastik diperoleh dari 110 responden dengan
menggunakan teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan total kelimpahan puing sampah
sungai adalah 13.200 ± 1.678 item dan 14.976 ± 1.772 item. Kelimpahan puing sampah sungai tertinggi adalah
bungkus sampah plastik tipis sebanyak 47% dan 46%, diikuti kayu ranting (39% dan 33%), styrofoam (3,6%
dan 5,5%), sedotan (1,8% dan 2,2%), gelas plastik (1,5% dan 2,6%), kotak makanan, peralatan plastik, dll
(1,4% dan 1,6%), serta plastik lainnya (2,2% dan 2,3%). Analisis statistik Kruskal Wallis menunjukkan tidak
terdapat perbedaan rata-rata yang siginifikan pada kelimpahan total puing sampah sungai di kedua titik
sampling p= 0,875 (p> 0,05). Hasil evaluasi perilaku masyarakat menunjukkan bahwa aspek pengetahuan
memiliki kategori penilaian sangat baik (4,08), aspek sikap dengan kategori kurang baik (2,89), dan aspek
perilaku dengan kategori baik (3,88). Analisis korelasi Pearson menunjukan terdapat hubungan positif yang
kuat (r= 0,664) dan signifikan (0,000) antara aspek pengetahuan dengan perilaku, kemudian aspek sikap
dengan perilaku mempunyai hubungan positif yang sangat lemah (r=0,183) dan signifikan (0,028).
Kata kunci: sampah plastik, sampah sungai, perilaku masyarakat, pencemaran sungai
ABSTRACT
The use of plastic continues to increase along with the population grows. However, proper management does
not follow high plastic consumption, causing plastic waste from land to enter river bodies and then end up in
coastal areas and polluting the environment. This research was conducted in Pengarengan Village, Cirebon
Regency, West Java. The Pengarengan River is a transportation route for fishing boats to the Java Sea, so its
high community activities have the potential to cause waste pollution to the surrounding environment. This
study aims to analyze the characteristics of plastic waste and evaluate the relationship between aspects of
knowledge and attitude towards community behavior related to plastic waste that pollutes the environment.
The abundance of garbage release method is river debris was collected from 2 points in the Pengarengan River
using a net with a mesh size of 5 cm, which was installed in the morning time according to the river's width.
Using accidental sampling techniques, community behavior data related to plastic waste was evaluated
through a questionnaire on 110 respondents. The results showed that the total abundance of river debris was
13.200 ± 1.678 items and 14.976 ± 1.772 items. The highest abundance of river debris was thin plastic waste
wrap (47% and 46%), followed by woods (39% and 33%), styrofoam (3,6% and 5,5%), straws (1,8% and
2,2%), plastic cups (1,5% and 2,6%), food boxes, plastic utensils, etc. (1,4 % and 1,6%), and other plastics
(2,2% and 2,3%). Kruskal Wallis showed no significant difference in average of the total abundance of river
debris at both sampling points p= 0,875 (p> 0,05). The results of the community behavior evaluation showed
that the knowledge aspect has a very good assessment category (4.08), the attitude aspect was in a poor
category (2.89), and behavioral aspects were in a good category (3,88). Pearson correlation analysis shows
that there was a strong positive relationship (r= 0,664) and significant (sig.= 0,000) between knowledge
aspect and behaviour, whereupon attitude aspect and behaviour, the positive relationship was very weak (r=
0,183) and significant (0,028).
Keyword: plastic waste, river debris, community behavior, river pollution
Citation: Astuti, A., Frimawaty, E., dan Dwiyitno. (2023). Karakteristik Sampah Sungai dan Perilaku Masyarakat Pesisir
Terhadap Sampah Plastik di Kabupaten Cirebon: Studi Kasus di Sungai Pengarengan. Jurnal Ilmu Lingkungan, 21 (1) 76-85,
doi:10.14710/jil.21.1.76-85