PARAGUNA: Jurnal Ilmu Pengetahuan, Pemikiran, dan Kajian Seni Karawitan Volume 10 | Nomor 2 | Desember 2023, Hal. 121-145 ISSN 2828-4240 (online) https://jurnal.isbi.ac.id/index.php/paraguna jurnal.paraguna@isbi.ac.id 121 ANALISIS GAYA MUSIKAL PADA GENDING LAGU “JALI-JALI” KARYA KOKO KOSWARA Vita Rindri Yantiningtyas a,1,* Gempur Sentosa b,2 a The Local Institute, Jl. Dago Asri No.4, Bandung, Indonesia; b Jurusan Karawitan ISBI Bandung 1 vitarindri03@gmail.com 2 gempur.sentosa@isbi.ac.id * Koresponden Submission date: Received Agustus 2023; accepted September 2023; published 13 Desember 2023 ABSTRACT KEYWORDS "Jali-Jali" is a musical composition in the form of sekar gending (song with musical accompaniment) composed by Koko Koswara in 1970 using gamelan salendro. The main musical pattern used the Sundanese musical pattern and the gambang Kromong musical pattern. The unique musical characteristics of the combination of two different musical backgrounds are the main attraction for researchers to study 2 (two) aspects, namely musical form and style. The theory used in this research is the science of musical form by Karl-Edmund Prier SJ and the style theory from Bruno Nettl. The science of musical form is used to analyze melodic aspects (motives, sequences, phrases, and periods), and Bruno Nettl's theory of style is used to analyze Koko Koswara's musical style. The results of this research illustrate that Koko adapted several characteristics of the original "Jali-Jali" song from Betawi was combined with Sundanese music into the "Jali-Jali" song as a result of his arrangement so that the unique composition that Koko created was very different from Koko's musical works another. Koko Koswara Jali-jali Musical Form Musical Style This is an open access article under the CC– BY-SA license Pendahuluan Koko Koswara ialah maestro Karawitan Sunda yang lahir di Indihiang Tasikmalaya pada 14 April 1917 dari pasangan Mochamad Ibrahim Sumarta dan Nyonya Siti Hasanah. Koko memiliki nama panggilan di lingkungan masyarakat luas, khususnya di Jawa Barat ia lebih dikenal dengan nama panggilan “Mang Koko”. Koko banyak membuat dan menghasilkan karya dalam perkembangan karawitan Sunda. Hingga kini, Koko terkenal dengan karyanya yang monumental yaitu Karawitan Wanda Anyar. Karawitan Wanda Anyar adalah sebuah karya seni gamelan, kacapi, dan kawih hasil kreativitas seniman tradisional Sunda yang popular saat itu, yakni Mang Koko (Mustika Iman Zakaria, 2013, hlm 122). Melalui karawitan wanda anyar, Koko dapat membuat banyak karya yang kini masih dikenal di kalangan masyarakat Sunda, khususnya para seniman Sunda (Tardi Ruswandi, 2008, hlm 2-3). Lagu Jali-jali” merupakan salah satu karya Koko pada tahun 1970 di Grup Ganda Mekar, sebuah kelompok kesenian yang didirikan oleh Koko Koswara pada tahun 1956 (Tardi Ruswandi, 2016, hlm 291). Lagu “Jali-jaliKoko termasuk dalam bentuk sekar gending. seni suara/ karawitan yang disajikan melalui suara manusia dan suara instrumen (waditra) secara bersamaan dan saling mengisi keduanya menjadi satu kesatuan. Lagu “Jali- Jali” karya Koko terinspirasi dari lagu “Jali-jali” Betawi yang biasanya diiringi gambang