Rona Teknik Pertanian, 17 (1) April 2024 10 Judul Bahasa Indonesia (Times New Roman 12, bold , Center) Pengaruh Tingkat Kematangan dan Lama Penyimpanan Terhadap Mutu Fisikokimia Jeruk Siam Madu (Citrus nobilis Lour) Pada Kondisi Penyimpanan Dingin Hotman Manurung 1*) , Ferlando Jubelito Simanungkalit 1) , Marta Nadapdap 2) 1 Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas HKBP Nommensen Medan. 2 Alumni Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas HKBP Nommensen * E-mail: hotman.manurung@uhn.ac.id Abstrak Faktor yang mempengaruhi mutu fisikokimia jeruk siam madu antara lain tingkat kematangan saat dipanen dan lama penyimpanan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh tingkat kematangan dan lama penyimpanan terhadap mutu fisikokimia jeruk siam madu. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial. Perlakuan tingkat kematangan: hijau, hijau kuning dan kuning. Lama penyimpanan (hari): 0, 2, 4, 6, 8 ,10 dan 12 hari. Pengaruh perlakuan dianalisis dengan uji sidik ragam. Pengaruh yang berbeda nyata diuji dengan uji Duncan pada taraf p=0.05. Menggunakan software SPSS 29. Hasil penelitian menujukkan: Tingkat kematangan jeruk siam madu berpengaruh nyata terhadap susut bobot 3,0826% -4,3590%; kekerasan 1,3 - 2,6 kg/cm 2 ; TPT (Total padatan terlarut) 7,7 -11,6 ยบ Brix; pH 3,3 - 4,2; ATT (Asam tertitrasi total) 0,566 - 2,410 %; dan Rasio TPT: ATT 4,37 - 24,14 %. Lama penyimpanan berpengaruh nyata terhadap susut bobot yang berkisar antara 0,0000% - 6,8151%; kekerasan 1,5 - 2,4 kg/cm 2 ; ATT 1,008-1,940%; dan ratioTPT:ATT 9,526-18,929. Lama penyimpanan memberi pengaruh tidak nyata terhadap TPT; dan pH. Interaksi tingkat kematangan dan lama penyimpanan berpengaruh nyata terhadap vitamin C. Berdasarkan mutu fisikokimia (ratio TPT:ATT susut bobot, dan vitamin C) maka jeruk siam madu dipanen pada tingkat kematangan kuning dan disimpan paling lama 10 hari pada suhu 10 0 C. Kata Kunci: Jeruk siam madu, lama penyimpanan, mutu fisikokimia, tingkat kematangan