Berkala FSTPT, Vol. 2, No. 1, 2024, p.222-231 222 PENERAPAN METODE HIRADC DALAM PENGENDALIAN RISIKO KECELAKAAN KERJA PEMERIKSAAN HARIAN SARANA LRT SUMATERA SELATAN Muh Rizki Ramadhani Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun Jl. Tirta Raya, Pojok, Nambangan Lor, Kec. Manguharjo, Madiun, Jawa Timur 63161 Rizki.mtp20204132@taruna.ppi.a c.id Handoko 1 Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun Jl. Tirta Raya, Pojok, Nambangan Lor, Kec. Manguharjo, Madiun, Jawa Timur 63161 handoko@ppi.ac.id Erifendi Churniawan Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun Jl. Tirta Raya, Pojok, Nambangan Lor, Kec. Manguharjo, Madiun, Jawa Timur 63161 erifendi@ppi.ac.id Abstract Light Rail Transit South Sumatra was built based on Presidential Regulation Number 55 of 2016 concerning the Acceleration of Implementing Light Railroad/Light Rail Transit in South Sumatra Province. To always maintain the reliability of the LRT facility, daily inspection work of the LRT facility is required, which is carried out every day which has a potential risk of work accidents due to the use of equipment related to electricity and standard operating procedures (SOPs) that are not followed. This study aims to identify potential risks, determine the value of risks, arrange priority rankings, and analyze risk controls to reduce the impact of risks on the daily inspection work of the South Sumatra LRT facilities. This study analyzed using the method of hazard identification, risk assessment, and determining control (HIRADC). Based on the research, there are 18 risks with risk level classifications: 1 extreme risk, 7 high risk, 9 moderate risk, and 1 low risk. The determination of risk control is carried out according to the risk control hierarchy, namely engineering, administrative control, and the use of personal protective equipment (PPE). Keywords: Potential hazards, Risks, Daily inspection of South Sumatra LRT facilities, Work safety, HIRADC Abstrak Light Rail Transit Sumatera Selatan dibangun atas dasar Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2016 Tentang Percepatan Penyelenggaraan Kereta Api Ringan/ Light Rail Transit di Provinsi Sumatera Selatan. Untuk selalu menjaga keandalan dari sarana LRT Sumsel maka diperlukan pekerjaan pemeriksaan harian sarana LRT yang dilakukan setiap harinya yang mana memiliki potensi risiko kecelakaan kerja dikarenakan menggunakan peralatan yang berhubungan dengan listrik dan standar operasional prosedur (SOP) yang tidak dijalankan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi risiko, mengetahui nilai risiko, menyusun rangking prioritas, serta menganalisis pengendalian risiko untuk mengurangi dampak risiko pada pekerjaan pemeriksaan harian sarana LRT Sumsel. Penelitian ini melakukan analisis menggunakan metode hazard identification, risk assessment, and determining control (HIRADC). Berdasarkan penelitian terdapat 18 risiko dengan klasifikasi tingkat risiko: 1 risiko ekstrim,7 risiko tinggi, 9 risiko sedang, dan 1 risiko rendah. Untuk pengendalian risiko dilakukan sesuai hierarki pengendalian risiko rekayasa teknik, pengendalian administrasi, dan penggunaan alat pelindung diri (APD). Kata Kunci: Potensi bahaya, Risiko, Pemeriksaan harian sarana LRT Sumsel, Keselamatan kerja, HIRADC PENDAHULUAN Dibangunnya LRT Sumsel atas dasar Perpres Nomor 55 Tahun 2016 Tentang Percepatan Penyelenggaraan Kereta Api Ringan/ Light Rail Transit di Provinsi Sumatera Selatan 1 Corresponding author: handoko@ppi.ac.id