Albab, Koes H, ZulaikahPengaruh E-Scaffolding dalam Think..... 1 1 Jurnal Pendidikan Sains Vol. 4 No. 1, Maret 2016, Hal 18 Tersedia Online di http://journal.um.ac.id/index.php/jps/ ISSN: 2338-9117/EISSN: 2442-3904 1 Artikel diterima 20/11/2015; disetujui 10/01/2016 Pengaruh E-Scaffolding Dalam Think Pair Share Terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Dinamika Partikel Akhmad Fauzul Albab, Supriyono Koes H, Siti Zulaikah Pendidikan Fisika-Universitas Negeri Malang Jl. S.Parman Gg Mangga 18 Jember. E-mail: vzonic@yahoo.com. Abstract: This study aimed to examine the effect of e-learning based Think Pair Share cooperative learning model toward higher order thinking skills of students. This study was conducted at SMAN 1 Jember for X grade students and used factorial design. Two experimental groups (TPS with E-Scaffolding and TPS with scaffolding) were compared with a control group (TPS). This research was carried out to 180 students. The results showed that there is a difference in high-order thinking skills among groups of students who take the e-scaffolding in the TPS, scaffolding in TPS, and TPS learning; there is a difference in high-order thinking skills among groups of students with different prior knowledge levels; and there is no interactional effect among e-scaffolding in TPS, scaffolding in TPS and TPS strategy and the student’s prior knowledge on high order thinking skills. Key Words: e-scaffolding, think pair share, high order thinking, prior knowledge Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pembelajaran berbasis e-learning yang terintegrasi dalam model pembelajaran kooperatif Think Pair Share (TPS) dalam bentuk E-Scaffolding terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Jember untuk siswa kelas X ini dengan menggunakan rancangan faktorial. Dua kelompok eksperimen (TPS dengan E-Scaffolding dan TPS dengan Scaffolding) dibandingkan dengan sebuah kelompok kontrol (TPS). Penelitian dilaksanakan terhadap sampel sebanyak 180 siswa yang dipilih secara acak kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir tingkat tinggi antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran e-scaffolding dalam TPS dengan pembelajaran scaffolding dalam TPS maupun siswa dengan pembelajaran TPS; terdapat perbedaan kemampuan berpikir tingkat tinggi antara kelompok siswa yang mempunyai tingkat kemampuan awal berbeda; dan tidak terdapat pengaruh interaksi antara strategi e-scaffolding dalam TPS, scaffolding dalam TPS, dan TPS dan kemampuan awal siswa terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi. Kata kunci: e-scaffolding, think pair share, kemampuan berpikir tingkat tinggi, kemampuan awal P embelajaran saat ini menuntut pembelajaran yang dapat memfasilitasi siswa untuk berpartisipasi aktif membangun pengetahuan- nya sendiri. Pembelajaran seperti ini memerlukan keterampilan proses berpikir tingkat tinggi (Chien, S.L. 2011). Namun problema yang dihadapi di sekolah saat ini adalah bagaimana mendorong siswa untuk lebih mendayagunakan keterampilan berpikir tingkat tinggi melalui pembelajaran. Siswa membutuhkan keterampilan berpikir tingkat tinggi agar mereka benar-benar berpikir dan bukan hanya menghafal atau sekedar tahu informasi. Kemampuan berpikir tingkat tinggi tidak hanya dipengaruhi oleh strategi pembelajaran, tapi juga faktor yang berasal dari diri siswa. Faktor yang ada dalam diri siswa itu sendiri seperti tingkat kecerdasan siswa, kemampuan awal, sikap, bakat, minat dan motivasi siswa (Slameto, 2010:47). Salah satu pokok bahasan dalam fisika di seko- lah menengah atas yang memerlukan kemampuan berpikir tingkat tinggi adalah Dinamika Partikel. Hal ini didukung oleh hasil observasi di SMAN 1 Jember pada tahun ajaran 2013/214 yang menunjukkan bahwa rata-rata nilai ulangan harian materi dinamika partikel lebih rendah jika dibandingkan dengan materi elasitisitas, fluida statis, kalor dan alat optik. Hasil evaluasi daya serap hasil UN fisika 2013 di tingkat nasional oleh Balitbang menunjukkan bahwa nilai rata-