310
OPEN ACCES
Vol. 16 No. 1: 310-320
Mei 2023
Peer-Reviewed
AGRIKAN - Jurnal Agribisnis Perikanan
(E-ISSN 2598-8298, P-ISSN 1979-6072)
URL: http://www.jurnal.ummu.ac.id/index.php/agrikan
https://doi.org/10.52046/agrikan.v16i1.310-320
Kelayakan Usaha Budidaya Pala (Myristica fragrans Houtt) di
Kelurahan Sulamadaha Kota Ternate Provinsi Maluku Utara
(Feasibility of Cultivating Nutmeg (Myristica fragrans Houtt) in Sulamadaha Village,
Ternate City, North Maluku Province)
Haryati La Kamisi
1
, Yonette Maya Tupamahu
2
, Sarlotha Yulliana Purimahua
2
dan
Margaretha Rosalyn Apituley
2
1
Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, Ternate.
Indonesia.
2
Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Kristen Indonesia Maluku, Ambon.
Indonesia.
Email: ymtup@yahoo.co.id
Info Article:
Diterima: 13 Mei2023
Disetujui: 26 Juni 2023
Dipublikasi: 27 Juni 2023
Article type :
Riview Article
Common Serv. Article
Research Article
Keyword:
Kelayakan Usaha Tani Pala,
Investasi, Aliran Kas,
Penerimaan.
Korespondensi:
Yonette Maya Tupamahu
Universitas Kristen Indonesia
Maluku
Ambon, Indonesia
Email: ymtup@yahoo.co.id
Copyright©2023,
Haryati La Kamisi,
Yonette Maya Tupamahu,
Sarlotha Yulliana Purimahua,
Margaretha Rosalyn Apituley
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aliran kas dan kelayakan usaha budidaya
pala berdasarkan nilai Net Present Value, Internal Rate of Return, Net B/C Ratio, Payback Period,
dan Break Even Point. Variabel yang diteliti untuk mengetahui aliran kas adalah biaya investasi,
biaya operasional, dan penerimaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan
jenis metode survei. Pengambilan responden dilakukan dengan cara sensus sejumlah 20 petani. Data
primer diperoleh dari wawancara langsung dengan responden dengan media kuesioner dan data
sekunder dikumpulkan dengan mendokumentasikan data dari sumber lain. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa total biaya yang digunakan pada usaha tani pala selama 10 tahun pada luas
lahan 0,5 ha adalah Rp23.707.950,00 yang terdiri dari biaya investasi sebesar Rp1.182.950,00, biaya
operasional sebesar Rp22.525.000,00, dan penerimaan sebesar Rp654.381.000,00. Hasil analisis
investasi menunjukkan bahwa usaha tani pala layak untuk diusahakan berdasarkan nilai NPV
yaitu Rp349.136.600,00 yang lebih besar dari 0, nilai IRR yaitu 85,35% yang lebih besar dari tingkat
suku bunga pinjaman yang berlaku (7%), dan nilai Net B/C Ratio yaitu 33,68 yang lebih besar dari 1,
Payback Period dicapai dalam jangka waktu 7 tahun dan Break Even Point akan terjadi pada tahun
ketujuh.
Abstract. This study aims to determine the cash flow and feasibility of nutmeg cultivation based
on the Net Present Value, Internal Rate of Return, Net B/C Ratio, Payback Period, and Break Even
Point. The variables studied to determine cash flow are investment costs, operational costs, and
revenues. This study uses a descriptive analysis method with a type of survey method. Respondents
were taken by means of a census of 20 farmers. Primary data was obtained from direct interviews
with respondents using questionnaires and secondary data was collected by documenting data from
other sources. The results showed that the total costs used in nutmeg farming for 10 years on a land
area of 0.5 ha was IDR 23,707,950.00 consisting of investment costs of IDR 1,182,950.00, operational
costs of IDR 22,525,000.00, and receipts of IDR 654,381,000.00. The results of the investment analysis
show that nutmeg farming is feasible based on the NPV value of IDR 349,136,600.00 which is greater
than 0, the IRR value is 85.35% which is greater than the applicable loan interest rate (7%), and the
value of the Net B/C Ratio is 33.68 which is greater than 1, the Payback Period is achieved within 7
years and the Break Even Point will occur in the seventh year.
I. PENDAHULUAN
Pala (Myristica fragrans Houtt) merupakan
komoditi ekspor Indonesia berupa biji dan selaput
biji (fuli) atau bunga pala, serta berfungsi sebagai
penghasil minyak atsiri yang digunakan dalam
industri pengalengan, minuman dan kosmetik
(Sunanto, 1993), dimana kadar minyak atsiri
sebesar 9,99 - 11,92% (Marzuki, 2007). Pala juga
memiliki potensi untuk pengobatan karena
terdapat kandungan antioksidan, antibakteri,
antiinflamasi dan antifungi (Suloi, 2021) dan bisa
diolah menjadi produk herbal yang terjangkau
(Agaus dan Agaus, 2019). Pala digunakan sebagai
penyusun sediaan obat-obatan seperti untuk