Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan, Volume 6, Nomor 1, Juni 2022 | 22 (Widyasunu et al.) 2022 22 Identifikasi Tanah Lahan Kering Terdegradasi di Sub DAS Logawa, Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia Identification of Degraded Dryland in The Logawa Sub Watershed, Banyumas, Central Java Province, Indonesia Purwandaru Widyasunu *1) , Suwardi 1) dan Hana Hanifa 1) 1) Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman Jl. DR. Soeparno No. 63 Purwokerto Utara Banyumas 53122 * Korespondensi: purwandaru.widyasunu@gmail.com ABSTRAK Tulisan ini melaporkan hasil riset survei kerusakan tanah (terdegradasi) kawasan lahan kering Sub DAS Logawa Kabupaten Banyumas. Riset telah dikerjakan dua kali yaitu tahun 2009 dan tahun 2012. Riset tahun 2009 menyelesaikan 24 titik pengamatan dan sampling tanah untuk analisis 10 parameter kerusakan tanah menurut PP 150 Tahun 2000 tentang Pengendalian Kerusakan Tanah untuk Produksi Biomassa. Tahun 2012 telah diselesaikan 42 titik pengamatan dan sampling tanah untuk tujuan sama. Setelah dilakukan penilaian, pembobotan, dan evaluasi terhadap 66 titik pengamatan pada tahun 2009 dan 2012, maka telah berhasil disusun peta arahan kerusakan tanah Sub DAS Logawa dan penilaian bobot degradasi tanah kasawan lahan keringnya. Skenario untuk pemanfaatannya bagi produksi biomassa bisa dilakukan dengan menitik beratkan pada bobot degradasi tanah lahan keringnya pada tiap kawasan yang diwakili oleh titik pengamatan dan sampling yang menghasilkan kriteria degradasi tanah. Agroforestry terpadu tanaman pangan-buah-kayu-industri-rumput-dan ternak dengan model mandiri sangat dipertimbangkan menjadi andalan produksi biomassa atas lahan yang telah direhabilitasi. Kata kunci: degradasi tanah, lahan kering, Sub DAS Logawa ABSTRACT Papers are reporting result of research survey concerning soil degradation and degraded soil of Logawa watershed up-land Banyumas district, Central Java. Research were done in two year i.e. by 2009 and 2012. In 2009, research was done in covering 24 site areas and was found out field data and soil samples, analyzed it in soil laboratory, then judged it which parts were degraded. The Government Rule about Controlling Soil Degradation to Biomass Production Parameter “Number 150 Year of 2000”, however, was employed as standard tool to judge whether the soil was degraded or not. Additionally, in year of 2012, the team had sucessfully to found out in identified of another 42 of degraded site areas. After valueing, scoring, and evaluating of the 66 site areas of Logawas Sub watershed, however, the team was able to made the soil degradation map. The map was made to show a judgement of what degraded was the soil of each site area. In order to show how far is degradation score, is that by looking the tables of soil degradation score. The scenario of the land utilization after its rehabilitation to biomass production was laid on how most extreme/highest of soil degradation parameter. The Mix-Agroforestry i.e. of food-fruit-wood- industrial crop-forage (grass and legume)-and local goat was assured to be employed and practically used on the rehabilitation land. Kata kunci: soil degradation, dryland, Sub DAS Logawa