Volume 12 Nomor 2 Tahun 2023
331
ORIGINAL ARTICLES
Tingkat Sosial Ekonomi Ibu Baduta Stunting
Socioeconomic Level of Mrs. Baduta Stunting
Nurwahyuni Nurwahyuni
1*
, Andi Nurlinda
1
, Andi Asrina
1
, Yusriani Yusriani
1
1
Fakultas Ilmu Kesehatan Masyrakat, Universitas Muslim Indonesia
DOI: 10.35816/jiskh.v12i2.1080
Received: 13-04-26-2023/ Accepted: 07-09-2023/ Published: 31-12-2023
©The Authors 2023. This is an open-access article under the CC BY 4.0 license
ABSTRACT
Stunting is a chronic nutritional problem due to a lack of nutritional intake in the long term, resulting in
impaired growth in children. Stunting is also one of the causes of stunted children's height, so it is lower
than children their age. This study aims to determine the socioeconomic level of stunting mothers. The
quantitative research design of this study sample was 27 stunting mothers, and the sampling method used
total sampling. This type of research uses a descriptive method by collecting information from respondents
by asking several survey questions. The results in this study are that the majority of stunting mothers are
aged 20-29 years, as many as 19 people (70.4%), the majority of stunting baduta mothers' education is
SMK (51.9%), the majority of stunting baduta mothers' jobs are IRT as many as 25 people (92.6%). It can
be concluded that a mother's educational history affects children's growth and development, family income
influences the incidence of stunting, and a mother's work involves the occurrence of stunting in children. It
is expected that mothers need to increase knowledge about nutritional status in feeding children.
Keywords: growth disorders; nutrition disorders; social class
ABSTRAK
Stunting adalah masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang sehingga
mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak. Stunting juga menjadi salah satu penyebab tinggi
badan anak terhambat, sehingga lebih rendah dibandingkan anak-anak seusianya. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui tingkat sosial ekonomi ibu baduta stunting. Desain penelitian kuantitatif sampel
penelitian ini sebanyak 27 orang ibu baduta stunting dan metode pengambilan sampel menggunakan total
sampling. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan mengumpulkan informasi dari
responden dengan mengajukan beberapa pertanyaan survei. Hasil dalam penelitian ini mayoritas usia ibu
baduta stunting berada di umur 20-29 tahun sebanyak 19 orang (70.4%), mayoritas pendidikan ibu baduta
stunting yaitu SMK (51,9%), mayoritas pekerjaan ibu baduta stunting ialah IRT sebanyak 25 orang
(92.6%). Dapat disimpulkan bahwa bahwa riwayat pendidikan seorang ibu berpengaruh pada tumbuh
kembang anak, pendapatan keluarga berpengaruh terhadap kejadian stunting dan pekerjaan ibu berpengaruh
terhadap terjadinya stunting pada anak. Diharapkan kepada ibu untuk perlu meningkatkan pengetahuan
mengenai status gizi dalam pemberian makanan pada anak.
Kata Kunci: gangguan pertumbuhan; gangguan gizi; kelas sosial
*) Corresponding Author
Nama : Andi Nurlinda
Email : andi.nurlinda@umi.ac.id
Afiliasi : Fakultas Ilmu Kesehatan Masyrakat, Universitas Muslim Indonesia