p-ISSN 2477-2798|e-ISSN 2614-1787 JURNAL ILMIAH FLASH Vol. 9 No. 1, Halaman: 31 - 36 Juni 2023 EVALUASI PROTOKOL RTSP & HTTP DALAM TRANSMISI VIDEO PADA WLAN Samy Y. Doo 1 , Molina O. Odja 2 , Andri P. Chandra 3 , Almido H. Ginting 4 1,2,3 Department of Electrical Engineering, Universitas Nusa Cendana, Kupang, Indonesia * E-mail: samyeverson@staf.undana.ac.id, molina.odja@staf.undana.ac.id, andrichandra65@gmail.com, AlmidoGinting@staf.undana.ac.id Abstrak Video on Demand (VOD) memungkinkan pengguna bisa memilih dan memutar video dimanapun dan kapanpun dapat dilakukan dengan beberapa protokol, seperti RTSP dan HTTP. Penelitian ini bertujuan untuk evaluasi protokol RTSP dan HTTP dalam transmisi video pada WLAN. Adapun metode yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan melakukan monitoring menggunakan Wireshark untuk memperoleh data dari parameter QoS yaitu, throughput, packet loss, dan delay dengan jumlah client yang berbeda (10 client, 20 client, dan 30 client) secara bertahap mengakses video bersamaan. Pengujian ini juga menggunakan resolusi video yang berbeda- beda pula (360p, 480p, 720p, 1080p, dan 2048p). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai throughput protokol RTSP terbesar 9530,67 Kbps pada resolusi 1080p dengan 10 client dan terendah 3580,33 Kbps pada resolusi 360p dan 10 client sedangkan untuk protokol HTTP terbesar 9513,00 Kbps dengan resolusi 1080p untuk 30 client dan terendah 3699,67 Kbps pada resolusi 2048p dan 10 client. Packet loss protokol RTSP dikategorikan buruk dengan nilai diatas 10% berdasarkan standar ITU T.G 1010, sedangkan protokol HTTP dikategorikan baik berdasarkan standar ITU T.G 1010, dengan nilai packet loss sebesar 0,00 %. Delay pada protokol RTSP sebesar 37,66 ms sedangkan pada protokol HTTP sebesar 1,39 ms, dimana kedua protokol dikategorikan baik, menurut standar (ITU-T.G. 1010). Kata kunci: QoS, RTSP, HTTP, VoD, WLAN PENDAHULUAN Perkembangan terhadap kebutuhan informasi semakin meningkat, dimana tidak hanya informasi berupa text dan gambar saja tetapi juga melibatkan semua aspek multimedia yang ada. Salah satu teknologi yang dimaksud adalah teknologi video streaming. Video streaming merupakan istilah yang sering digunakan saat melihat video melalui browser di mana pengguna tidak perlu mengunduh file video tersebut untuk dapat memutarnya. Terdapat dua jenis video streaming, antara lain Live Streaming, dimana tayangan yang ditampilkan merupakan siaran langsung dan Video on Demand (VoD), dimana pengguna dapat memilih dan memutar video dari koleksi yang tersedia di server [1] . Video on Demand memungkinkan pengguna bisa mengunduh dan mengakses video yang ada di server yang diinginkan dimanapun dan kapanpun. Seiring perkembangan teknologi video tersebut, maka dapat dimanfaatkan seperti broadcasting, advertising, e-commerce dan berbagai bidang salah satunya dalam bidang pendidikan. Secara umum dalam pemanfaatannya, streaming video menggunakan metode penyampaian content multimedia berupa streaming yang dapat dilakukan dengan beberapa protokol yaitu RTSP dan HTTP. Protokol-protokol tersebut mempunyai karakter dan juga memiliki perbandingan kualitas pada masing-masing protokol tersebut. Real Time Streaming Protocol (RTSP) merupakan protokol pada aplikasi dan digunakan untuk memonitor data secara real time. Hypertext Transfer Protocol (HTTP) merupakan protokol permintaan dan respon antara server dan client. Penelitian tentang analisis protokol RTSP dan HTTP layanan video streaming pada jaringan wireless pernah dilakukan oleh Ady Nopaldi Rombe mengenai Analisis Perbandingan Real Time Streaming Protocol (RTSP) dan Hypertext Transfer Protocol (HTTP) pada Layanan Live Video Streaming. Penelitian ini dilakukan dengan 2 client memperoleh hasil delay 45,7 ms dan packet loss 43,73 % yang sangat tinggi dan throughput sebesar 0,199 Mbit/sec, sedangkan RTSP memperoleh hasil nilai QoS pada delay 15,3 ms, packet loss 4,76 % dan throughput 0,222 Mbit/sec [2] . Penelitian lainnya dilakukan oleh Rahmad Rizki mengenai Analisis Performansi Video streaming dengan menggunakan protokol RTSP pada jaringan IEEE 802.11n, penelitian ini dilakukan dengan 1 client