Buletin Sistem Informasi dan Teknologi Islam ISSN: 2721-0901 Vol 1, No 2, Mei 2020, pp. 66-70 66 Implementasi Metode Enkripsi dan Deskripsi File menggunakan Algoritma Twofish Zulihsan R a,1,* , Tasrif Hasanuddin a,2 , Syahrul Mubarak Abdullah a,3 a Program Studi Teknik informatika,Fakultas Ilmu Komputer,Universitas Muslim Indonesia,Jl.Urip Sumoharjo KM.05, Makassar dan 90231 ,Indonesia 1 ihsanrahman144@gmail.com; 2 tasrif.hasanuddin@umi.ac.id; 3 syahrul.mubarak@umi.ac.id *corresponding author INFORMASI ARTIKEL ABSTRAK Diterima : 14 – 05 – 2020 Direvisi : 23 – 05 – 2020 Diterbitkan : 30 – 05 – 2020 Sistem keamanan data dan kerahasiaan data merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan dunia komunikasi, khususnya komunikasi yang menggunakan komputer dan terhubung dengan jaringan. Algoritma Twofish merupakan salah satu algoritma kriptografi yang bersifat simetris dan beroperasi dalam bentuk blok cipher, jaringan fiestel, dan s-box. Dengan ini Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan algoritma twofish dan mengujinya dengan cara membuat sebuah aplikasi berbasis web yang dapat digunakan untuk proses enkripsi dan deskripsi file. Pengujian dilakukan menggunakan file dokumen dengan extension *.doc, *.pdf, dan *.jpg pada aplikasi sistem tersebut. This is an open access article under the CC–BY-SA license Kata Kunci: Kriptografi Algoritma Twofish I. Pendahuluan Di era modern saat ini, menjaga kerahasiaan informasi merupakan hal yang sangat penting. Sebagai contoh bagi instansi perusahaan besar, penyimpanan dokumen serta data - data penting adalah kewajiban yang mesti dilakukan. Penyalahgunaan data-data rahasia perusahaan tersebut oleh pihak tertentu tentunya bisa saja menimbulkan kerugian yang sangat besar pada perusahaan tersebut. Contoh lainnya adalah komunikasi suara lewat jaringan internet [1]. Kemungkinan pihak lain untuk mencuri informasi yang disampaikan lewat komunikasi elektronik tersebut sangat besar mengingat belum adanya sekuritas khusus terhadap aplikasi tersebut. Karenanya, salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk menjaga kerahasiaan informasi tersebut adalah dengan menyamarkannya menjadi bentuk tersandi yang tidak bermakna. Hal tersebut dapat dilakukan dalam kriptografi [2]. Kriptografi merupakan salah satu metode pengamanan data yang dapat digunakan untuk menjaga kerahasiaan data, keaslian data serta keaslian pengirim. Metode ini bertujuan agar informasi yang bersifat rahasia yang dikirim melalui telekomunikasi umum seperti LAN atau internet, tidak dapat diketahui atau dimanfaatkan oleh orang yang tidak berkepentingan atau yang tidak berhak menerimanya [3]. Kriptografi biasanya dalam bentuk enkripsi. Proses enkripsi merupakan proses untuk meng-encode dalam bentuk yang hanya dapat dibaca oleh sistem yang mempunyai kunci untuk membaca data tersebut [2]. Proses enkripsi dapat dengan menggunakan software atau hardware. Hasil enkripsi tersebut cipher. Cipher kemudian didekripsi dengan device dan kunci yang sama tipenya (sama softwarenya serta sama kuncinya). Dengan kriptografi terdapat berbagai macam sistem sandi yang tujuan penggunaan dan tingkat kerahasiaannya berbeda sesuai dengan permintaan user, tetapi dalam prakteknya user menginginkan kemudahan-kemudahan seperti: kerahasiaan data, kecepatan maupun biaya yang murah [5]. Hal ini merupakan kendala dalam membuat suatu sistem kriptografi. Kenyataan dalam proses pengamanan data dengan metode kriptografi sering kali dibutuhkan waktu yang relatif lama dibandingkan tanpa menggunakan metode kriptografi. Oleh karena itu, diusahakan membuat sistem yang sandi yang lebih cepat dalam kriptografi tanpa mengabaikan kaidah kerahasiaan yang ingin dicapai dan hanya membutuhkan biaya yang murah. Pada tahun 1972 dan 1974 National of Standart (sekarang bernama NIST) mengumumkan adanya standar enkripsi, yaitu DES (Data Encryption Standard) [6]. Dalam proses perkembangannya ternyata kunci dalam DES dirasa terlalu pendek bagi keamanan komersial akhirnya, NIST mengumumkan AES (Advanced Encryption Standard) [7] pada tahun 1997. Salah satu kandidat AES adalah Twofish. Hal ini disebabkan