Vol 6, No 1, September 2023; 249-265; doi.org/10.38189/jtbh.v6i1.415 ISSN 2654-5691 (online); 2656-4904 (print) Available at: e-journal.sttberitahidup.ac.id/index.php/jbh Copyright© 2023; Jurnal Teologi Berita Hidup, ISSN 2654-5691 (online), 2656-4904 (print)|249 Penafsiran Hubungan Manusia dengan Ciptaan dalam Kejadian 1:26-28 dan Tri Hita Karana bagi Pengembangan Ekoteologi Kontekstual Bali Natanael Budiman Elia 1 natanaelelia@gmail.com Abstract The environmental issue is a problem that is being faced by the world, especially in the Bali region. Pollution that occurs becomes an ecological issue that needs to be addressed. In overcoming ecological problems that occur in Bali, Tri Hita Karana as the local wisdom of the Balinese people can help the church to play a role in contextual ecological issues. However, Tri Hita Karana needs to be interpreted in the context of Christian doctrine. Therefore, the research question posed in this paper is how to interpret Tri Hita Karana in the context of Christian doctrine. The research carried out is qualitative-descriptive research on the relationship between Tri Hita Karana and the Imago Dei doctrine in Genesis 1:26-28. The application of this research is to formulate ecological ecclesiology and a mission that is oriented towards ecological issues as a embodiment of contextual ecological spirituality. Keywords: Tri Hita Karana; Imago Dei; Contextual Ecological Spirituality; Ecological Ecclesiology; Ecological Missiology Abstrak Kerusakan lingkungan merupakan permasalahan yang sedang dihadapi oleh dunia, terutama oleh wilayah Bali. Pencemaran yang terjadi menjadi sebuah isu ekologis yang perlu diatasi. Dalam mengatasi permasalahan ekologi yang terjadi di Bali, Tri Hita Karana sebagai kearifan lokal masyarakat Bali dapat membantu gereja untuk berperan dalam isu ekologi secara kontekstual. Namun, Tri Hita Karana perlu dimaknai dalam konteks ajaran Kristiani. Oleh karenanya, pertanyaan penelitian yang diajukan dalam tulisan ini adalah bagaimana memaknai Tri Hita Karana dalam konteks ajaran Kristiani. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif-deskriptif tentang keterkaitan Tri Hita Karana dan doktrin Imago Dei dalam Kejadian 1:26-28. Temuan yang diperoleh adalah adanya keterkaitan dengan Imago Dei dengan Tri Hita Karana. Pengaplikasian penelitian ini adalah dengan merumuskan eklesiologi ekologis dan misi yang berorientasi pada isu ekologi sebagai pengejawantahan spiritualitas ekologi yang kontekstual. Kata-kata kunci: Tri Hita Karana; Imago Dei; Spiritualitas Ekologis Kontekstual; Misiologi Ekologis 1 Gereja Kristen Indonesia