Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional (JINTAN)
ISSN: 2776-5431(p) ISSN: 2776-5423 (e)
[2024].[volume: 4][(issue: 1)]:[70-77]
http://ojs.unik-kediri.ac.id/index.php/jintan
CONTACT Umi Mariyati umimariyati@gmail.com
© 2024 The Author(s). Published by Kadiri University
This is an Open Access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives
License (http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0/), which permits non-commercial re-use, distribution, and
reproduction in any medium, provided the original work is properly cited, and is not altered, transformed, or built upon in any way.
Analisis Komparatif Pengguna dan Non Pengguna Pupuk Organik Cair pada
Usahatani Padi (Oryza sativa L.) di Desa Tanggungkramat Kabupaten
Jombang
Umi Mariyati
1*
, Wiwiek Andajani
1
, Eko Yuliarsha Sidhi
1
, Nina Lisanty
1
1
Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Kadiri
Diterima 19 Desember 2023/ Direvisi 10 Januari 2024/ Disetujui 18 Januari 2024
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan produksi padi dengan mengenalkan Pupuk Organik
Cair (POC) sebagai alternatif penggunaan pupuk kimia. Petani selama ini hanya mengandalkan
pupuk kimia, menyebabkan penurunan kesuburan tanah dan peningkatan penggunaan pupuk
kimia yang bersubsidi semakin berkurang. Penelitian dilakukan di desa Tanggungkramat,
Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, yang merupakan sentra produksi padi. Metode
penelitian menggunakan observasi, pengisian daftar pertanyaan, wawancara, dan dokumentasi
langsung kepada 40 petani responden (8 petani pengguna POC dan 32 petani non-pengguna).
Data primer dan sekunder dianalisis dengan metode biaya usahatani, penerimaan usahatani,
pendapatan usahatani, dan uji t komparatif. Hasil menunjukkan rata-rata produksi padi dengan
POC mencapai 7.000 kg/ha, sedangkan tanpa POC sebesar 6.489 kg/ha. Pendapatan usahatani
padi dengan POC (Rp21.426.010/ha) lebih tinggi daripada tanpa POC (Rp18.228.966/ha). Uji
hipotesis menunjukkan perbedaan signifikan antara keduanya, mengindikasikan bahwa
penggunaan POC memberikan pendapatan usahatani padi yang lebih besar dibandingkan tanpa
POC. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya adopsi POC untuk meningkatkan hasil dan
pendapatan petani serta mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia bersubsidi.
Kata kunci: Usahatani; Iklim; Pupuk Organik Cair
ABSTRACT
This research aims to increase rice production by introducing Liquid Organic fertilizers (POC) as
an alternative to chemical fertilizers. Farmers have so far only relied on chemical fertilizers,
causing a decrease in soil fertility and an increase in the use of subsidized chemical fertilizers.
The research was conducted in the village of Tuliskramat, Ploso District, Jombang Regency,
which is a rice production center. The research method used observation, filling in a list of
questions, interviews, and direct documentation for 40 respondent farmers (8 POC user farmers
and 32 non-user farmers). Primary and secondary data were analyzed using farming costs,
revenues, income, and comparative t-tests. The results showed that the average rice production
with POC reached 7,000 kg/ha, while 6,489 kg/ha without POC. Rice farming income with POC
(IDR21,426,010.00/ha) is higher than without POC (IDR18,228,966.00/ha). Hypothesis testing
shows a significant difference between the two, indicating that using POC provides more
significant rice farming income than without POC. This research implies the importance of
adopting POC to increase farmers' yields and income and reduce dependence on subsidized
chemical fertilizers.
Keywords: Climate; Farming; Liquid Organic Fertilizer
PENDAHULUAN
Meningkatnya produktivitas
pertanian dari segmen hilir, hulu, dan
sektor penunjangnya kini menjadi fokus
utama pemerintah Indonesia (DPR-RI,
2018). Tidak terkecuali Kabupaten
Jombang, sebagai salah satu wilayah
pertanian andalan di Jawa Timur.
Tanaman padi merupakan komoditas
utama yang mendapatkan prioritas
peningkatan produksinya oleh