Periodic , Vol 12 No 2 (2023) Chemistry Journal of Universitas Negeri Padang e-ISSN : 2339-1197 Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Padang (UNP) Jl. Prof. Hamka, Air Tawar, Padang, Sumatera Barat, Indonesia, 25131 http://ejournal.unp.ac.id/index.php/kimia Page 95 Penentuan Kondisi Optimum Desorpsi Anion Nitrit Dari Adsorben Silika Mesopori Termodifikasi DMA (Dimethylamine) Deni Marlina 1 , Budhi Oktavia *2 , Sri Benti Etika 3 , Syamsi Aini 4 1,2,3,4 Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Padang Jl. Prof. Hamka Air Tawar Padang, Indonesia *budhioktavia@fmipa.unp.ac.id Abstract Mesoporous silica is a solid silica having a pore size of 2-50 nm. Mesoporous silica can be immobilized to the surface. Modification of mesoporous silica with dimethylamine aims to modify amine compounds. Mesoporous silica with the addition of amine compounds reacted with GPTMS can be used as nitrite anion adsorption to see the absorption of silica to nitrite anions using the column method, the adsorption capacity of nitrite anions is 0.0182 mg/g with an absorption percentage of 96.71%. Then the desorption process was carried out, the factor used to see the desorption ability was the type of desorption, namely hydrochloric acid (HCl) with the release of 0.0071 mg of nitrite anion from 0.0085 mg of nitrite anion that was absorbed and the percentage of desorption was 83.52% and a concentration factor with the optimum concentration of 0.15M HCl with the release of 0.0091 mg of nitrite anion with 100% desorption percentage. Keywords Adsorption, Desorption, Mesoporous Silica, Dimethyamine, Nitrite I. PENGANTAR Keberadaan sumber daya alam dibumi sangat banyak. Dimana terdapat minyak, gas dan bahan-bahan mineral lainnya. Salah satu bahan-bahan mineral alam yang mempunyai peluang besar untuk dikembangkan adalah silika [1]. Silika merupakan konstituen terbesar kedua dari litosfer (27,61%) setelah oksigen (46,46%). Dimana senyawa silika mineral kristal contohnya tridmit, kristobalit dan kuarsa. Sedangkan mineral non-kristalin meliputi silika opalin yang terbentuk dalam proses biologis pada silifikasi rumput. Penggunaan silika alami membutuhkan inovasi yang cukup handal agar pengotor yang terkandung dalam silika alami tidak menggangu penggunanya [2]. Silika merupakan hasil senyawa polimerisasi dari asam silikat, dimana terdiri atas rantai satuan SiO4 tetrahedral dengan rumus umumnya adalah SiO2 [3]. Dalam bidang industri, silika digunakan sebagai adsorben, pengisi pada kromatografi (sebagai fasa diam), dan sebagai isolator. Silika mesopori merupakan padatan silika yang mempunyai ukuran pori pada 2-50 nm [4]. Silika mesopori mempunyai banyak peluang untuk pengembangan bahan fungsional baru, karena atom atau biomolekul berbeda bisa di imobilisasi ke permukaan maupun ke dalam anorganik [5]. Beberapa literatur membuktikan bahwa untuk membuat silika mesopori dari natrium silikat dengan cara pengendapan Cethyltrimethylammonium (CTAB) sebagai surfaktan dan propanol sebagai konsurfaktan [6]. CTAB dapat diserap pada permukaan silika karena muatan positif pada bagian kutub CTAB [7]. CTAB (Cethyl Trimethyl Ammonium Bromide) merupakan template berpori untuk sintesis silika mesopori dan pengontrol morfologi atau bentuk serta digunakan dalam menggabungkan surfaktan garam kompleks dan campuran polimer seperti polistirena [8]. Silika mempunyai gugus silanol bebas dan gugus siloksan yang mempunyai kemampuan untuk mengadsorpsi. Gugus silanol mempunyai keasaman yang rendah serta kemampuan untuk mengikat yang relatif kecil sehingga tidak terlalu efektif, maka untuk meningkatkan efektivitasnya silika perlu dimodifikasi terlebih dahulu [9]. Pada penelitian kali ini dilakukan modifikasi silika menggunakan Dimethylamine (DMA). Tujuan dilakukan modifikasi dengan dimetilamina ini untuk memodifikasi senyawa amina. Menurut Czaun, 2013 mengemukakan bahwa amina adalah senyawa organik yang dapat digunakan sebagai agen modifikasi silika untuk mengubah silika menjadi senyawa pemisah [10]. Dalam proses modifikasi ini memerlukan senyawa penghubung yang mempunyai gugus silan yaitu glycidoxypropyltrimethoxysilane (GPTMS). Senyawa penghubung digunakan karena beberapa gugus pengkelat dengan ion tidak mengandung reaktif gugus fungsi untuk proses silanisasi [11]. Silika yang termodifikasi DMA digunakan untuk adsorben dalam penyerapan anion nitrit [2]. Nitrit adalah bentuk nitrogen reaktif yang sebagian teroksidasi dari senyawa ammonia menggunakan bakteri