Teguh F. et al., /Jurnal Airaha, Vol. VII No. 1 : 006 012 ISSN: 2301-7163 6 PENDAHULUAN Kabupaten Pangandaran mempunyai garis pantai dengan panjang mencapai 91 km dan luas laut mencapai 67.340 ha. Kondisi geografis ini membuat sebagian masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan. Alat tangkap yang digunakan nelayan di Pangandaran beragam salah satunya adalah jaring insang (gillnet) dengan target hasil tangkapan utama adalah ikan layur (Trichiurus sp). Ikan layur menjadi target hasil tangkapan utama karena ikan layur memiliki pasar yang cukup luas mulai dari kebutuhan untuk pasar lokal maupun ekspor. Diketahui kegiatan penangkapan ikan yang dilakukan oleh nelayan di Pangandaran masih menggunakan metode tradisional yang diwariskan oleh leluhurnya terutama dalam menentukan Daerah Penangkapan Ikan (DPI) seperti melihat warna permukaan air, riak kecil, lompatan ikan, adanya buih, serta melihat keberadaan burung dilaut. Kegiatan seperti ini menjadikan aktivitas penangkapan ikan kurang optimal karena tingkat ketidakpastian cukup tinggi dan akan berimbas pada biaya operasional. Komponen yang menjadi pertimbangan untuk menentukan suatu perairan menjadi daerah penangkapan ikan diantaranya PEMETAAN DAERAH PENANGKAPAN POTENSIAL IKAN LAYUR (Trichiurus sp) DI PERAIRAN PANGANDARAN, JAWA BARAT Teguh Firmansyah 1 , Zahidah Hasan 2 , Eddy Afrianto 2 , Izza M Apriliani 2 1 Mahasiswa Program Studi Perikanan, FPIK Universitas Padjadjaran, 2 Dosen Program Studi Perikanan, FPIK Universitas Padjadjaran. *Email: teguh14001@mail.unpad.ac.id Diterima : Februari 2018. Disetujui : April 2018 Abstract Fishing activity by catching gill nets by Pangandaran fishermen is using traditional methods inherited by ancestors especially in determining fishing ground such as seeing the color of water surface, small ripple, fish jump, the presence of foam, and see the existence of birds. Such activities make fishing activities less than optimal because the level of uncertainty is high and will impact on high operational costs such as the use of fuel wasted and trip time becomes longer. Knowledge of fishing zones is essential for fishing activities because by knowing potential fishing areas will result optimal catch and reduced effort. Information about potential fishing areas can be obtained through analysis of the distribution of a-chlorophyll in water. The research was doing from October to November 2017. The research used survey method with 7 experimental fishing activities in Pangandaran Waters. From the results of this activity can known that category distribution of fishing ground catchment area in Pangandaran spread from medium to potential category. Keywords : Fishing Ground, Chlorophyll-a, Hairtail Fish, Pangandaran