Jurnal Ilmu Ekonomi Manajemen dan Akuntansi MH Thamrin p-ISSN 2716-3911 Volume 5 No 1; Maret 2024 e-ISSN 2721-0472 http://journal.thamrin.ac.id/index.php/ileka/article/view/2120/pdf 1 Penerapan Model Triple Helix Bagi Pengembangan UMKM Halal Food Indonesia Danarti Hariani 1)*) 1) Program Studi Manajemen, Universitas Mohammad Husni Thamrin Correspondence Author: danartihariani22@gmail.com, Jakarta, Indonesia DOI: https://doi.org/10.37012/ileka.v5i1.2120 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk untuk dapat mengetahui penerapan model triple helix dalam pengembangan industri makanan halal Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif berupa kajian pustaka. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari literatur, jurnal, karya ilmiah, laporan BPS dan beberapa Lembaga survey serta data- data terbaru yang berhubungan dengan tujuan penelitian. Dalam pengembangan UMKM Halal food terdapat berbagai macam permasalahan antara lain: permasalahan modal, permasalahan dalam sertifikasi halal, permasalahan sumber daya manusia, inovasi produk, teknologi, pengawasan, promosi, digitalisasi dan sinergi antar pihak yang terkait. Dalam pengembangan UMKM membutuhkan konsep Triple Helix untuk mengatasi permasalahan tersebut. Pengembangan UMKM Halal food dengan menerapkan model triple helix merupakan sinergi dan kerjasama antara pemerintah, akademisi dan bisnis dalam menjalankan perannya masing-masing. Peran dari pemerintah sebagai regulator yang membuat kebijakan serta fasilitator yang berperan dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Selain itu ada peran akademisi atau perguruan tinggi sebagai komunitas intelektual yang berperan sebagai gudang gagasan / ide kreatif, melakukan penelitian dengan data yang up to date mengenai model pengembangan industri halal food, serta menyediakan teknologi tepat guna bagi para pelaku usaha serta melakukan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat melalui kegiatan pendampingan dan bimbingan teknis para pelaku usaha halal food dalam mengembangkan usahanya. Selanjutnya bisnis atau industry halal food berperan sebagai centre of excellence bagi pengembangan produk, Bussines coaching dan mentoring serta marketing, penyediaan ruang public untuk promosi melalui even, festival maupun digital marketing menuju UMKM Go-digital. Kata Kunci: Triple helix,UMKM, Halal Food Abstract This research aims to determine the application of the triple helix model in the development of the Indonesian halal food industry. This research method uses a qualitative descriptive approach in the form of a literature review. The data used is secondary data obtained from literature, journals, scientific works, BPS reports and several survey institutions as well as the latest data related to research objectives. In developing Halal food MSMEs there are various kinds of problems, including: capital problems, problems in halal certification, human resource problems, product innovation, technology, supervision, promotion, digitalization and synergy between related parties. In developing MSMEs, the Triple Helix concept is needed to overcome these problems. The development of Halal food MSMEs by implementing the triple helix model is a synergy and collaboration between government, academics and business in carrying out their respective roles. The role of the government as a regulator who makes policies and a facilitator who plays a role in improving the quality of human resources. Apart from that, there is the role of academics or universities as an intellectual community which acts as a repository for creative ideas, conducting research with up to date data regarding halal food industry development models, as well as providing appropriate technology for business actors and providing community service. Community service activities can be done through mentoring and technical guidance for halal food business actors in developing their businesses. Furthermore, the halal food business or industry