Vol. 03 No. 01 (2024), pp. 25-30 e-ISSN : 2986-4941 url : http://journal.unirow.ac.id/index.php/binar/index Tanggal masuk : 12-01-2023 Revisi : 24-01-2023 Diterima : 25-01-2023 PERILAKU MAKAN LARVA Spodoptera frugiperda PADA TANAMAN JAGUNG (Zea mays) DI DESA PANJANGREJO KECAMATAN PUNDONG KABUPATEN BANTUL Dikdyo Gumilang 1 , Ika Setyaningrum 1 , Fitrah Duinda Ramadhani 1 , Zahro Fithri Akhsani 1 , Rio Christy Handziko 1* , & Kuntum Febriyantiningrum 2 1) Program Studi Pendidikan Biologi, Departemen Pendidikan Biologi, FMIPA, UNY 2) Program Studi Biologi, Departemen Pendidikan Biologi, FMIPA, UNY * Email korespondensi: handziko@uny.ac.id ABSTRAK Dalam proses budidaya jagung, seringkali muncul masalah yang disebabkan oleh serangan hama dan penyakit. Salah satu hama yang sering menyerang tanaman jagung adalah Spodoptera frugiperda (J. E. Smith) (Lepidoptera: Noctuidae). Tanaman yang terserang hama ini akan mengalami kerusakan yang biasanya ditandai dengan bekas gerekan larva, yaitu terdapat serbuk kasar menyerupai serbuk gergaji pada permukaan atas daun, atau di sekitar pucuk tanaman jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku dan waktu makan dari larva S. frugiperda sehingga dapat digunakan sebagai dasar penanganan untuk mengatasi perkembangbiakan dan persebaran S. frugiperda. Penelitian dilakukan di Desa Panjangrejo, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada bulan November 2023 menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode scan sampling. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa aktivitas makan larva S. frugiperda diawali dengan bergerak menuju tepi daun bagian ujung, memakan daun, diam, dan membuang feses. Waktu aktivitas makan dari larva S. frugiperda yang paling tinggi terlihat pada pukul 18.00-21.00 WIB dan pukul 04.00- 06.00 WIB. Kata Kunci: Aktivitas makan, Larva, Tanaman jagung. Ulat grayak ABSTRACT In the process of cultivating corn, problems often arise due to pest attacks and diseases. One common pest that affects corn plants is Spodoptera frugiperda (J. E. Smith) (Lepidoptera: Noctuidae). Plants infested with this pest will experience damage, typically characterized by larval feeding traces, such as coarse powder resembling sawdust on the upper surface of leaves or around the corn plant's apex. This research aims to understand the behavior and feeding time of S. frugiperda larvae, serving as a basis for handling measures to control the reproduction and spread of S. frugiperda. The study was conducted in Panjangrejo Village, Pundong Subdistrict, Bantul Regency, Special Region of Yogyakarta in November 2023, using a qualitative descriptive approach with scan sampling method. Observations revealed that the feeding activity of S. frugiperda larvae begins by moving towards the edge of the leaf tip, consuming the leaf, remaining still, and excreting feces. The highest feeding activity of S. frugiperda larvae was observed between 6:00 PM - 9:00 PM and 4:00 AM - 6:00 AM. Keywords: Feeding activity, Larvae, Fall armyworm, Maize. I. PENDAHULUAN Tanaman jagung (Zea mays) merupakan salah satu komoditas pangan yang sangat penting karena memiliki manfaat besar bagi manusia dan ternak karena mengandung berbagai zat seperti karbohidrat, lemak, protein, mineral, air, dan vitamin. Zat gizi ini memiliki peran yang penting dalam memberikan energi, membantu dalam pembentukan jaringan tubuh, mengatur fungsi tubuh, serta mendukung reaksi biokimia dalam tubuh. Selain itu, seluruh bagian dari tanaman jagung memiliki potensi manfaat yang berbeda[1]. Batang dan daun jagung yang masih muda dapat digunakan sebagai pakan ternak dan pupuk hijau. Klobot (kulit jagung) dan tongkol jagung dapat dijadikan sumber pakan ternak, dan juga bisa digunakan sebagai bahan bakar. Rambut jagung juga memiliki manfaat medis, seperti digunakan sebagai pengobatan untuk penyakit kencing manis dan tekanan darah tinggi [2]. Dalam proses budidaya jagung, seringkali muncul masalah yang disebabkan oleh serangan hama dan penyakit. Salah satu hama yang sering menyerang tanaman jagung adalah Spodoptera frugiperda (J. E. Smith) (Lepidoptera: Noctuidae) atau Fall Armyworm (FAW) yang lebih dikenal dengan nama lokal ulat grayak [3], [4]. Hama ini merupakan jenis hama invasif yang dapat menyebabkan kerusakan yang signifikan pada tanaman jagung, bahkan lebih besar dibandingkan dengan serangan hama lainnya. S. frugiperda lebih cenderung menyerang tanaman jagung daripada kedelai dan padi. Secara rata-rata, populasi S. frugiperda pada tanaman jagung mencapai 4,47 individu per tanaman, sedangkan populasi pada tanaman kedelai hanya sekitar 2,67 individu per tanaman, dan pada padi hanya sekitar 1,07 individu per tanaman[5]. Intensitas serangan yang disebabkan oleh S. frugiperda lebih tinggi terjadi pada tanaman jagung 64,97% dibandingkan dengan tanaman kedelai 37,13% dan padi 15,26% [6]. S. frugiperda merupakan hama yang berasal dari benua Amerika dan telah menyebar ke berbagai wilayah Afrika dan Asia. Selain itu, S. frugiperda juga dilaporkan menyerang tanaman jagung pertama kali di Indonesia