Received: Oktober 2021. Accepted: November 2021. Published: Desember 2021. 237 Sheikh Burhanuddin's Cultural Da'wah System in Minangkabau Nazirman 1 , Saharman 2 , & Abdulmanan Sihombing 3 123 UIN Imam Bonjol, Padang, Indonesia * nazirman@uinib.ac.id ABSTRACT This discourse describes Syekh Burhanuddin's cultural da'wah system in Minangkabau as one of the classical da'wah role models that have taken root and preserved to this day. This study aims to reveal the structure and system of da'wah built by Syekh Burhanuddin through a qualitative research method with a historical, descriptive analysis approach. The data collection technique used snowball sampling by taking locations in Ulakan Padang Pariaman, Kenagarian Puluik-Puluik and Kapujan Bayang Pesisir Selatan, Kenagarian Agarng Payung Sekaki, Solok district, and Koto Tangah, Padang City. The research shows that Sheikh Burhanuddin's cultural da'wah system is integrated and has a multi-level da'wah pattern in the da'wah network known as the seven pillars of syattariyyah da'wah, including: Syekh Tuo Koto Tuo, Tuanku Qadi in Lubuk Ipuh, Angku Qadi seven Koto (Toboh Karambia), Tuanku Qadhi Koto Gadang, Ampu Sarak in Sintuak, Tuanku Qadi Toboh Gadang, and Tuanku Qadi in Pakandangan. The seven pillars are representative reflections of the modeling of cultural da'wah in Minangkabau. Keyword: da'wah system; cultural; seven pillars of da'wah. ABSTRAK Diskursus ini mendekripsikan tentang sistem dakwah kultural Syekh Burhanuddin di Minangkabau sebagai salah satu rolemodel dakwah klasik yang mengakar dan tetap dilestarikan sampai saat ini. Penelitian bertujuan untuk mengungkap struktur dan sistem dakwah yang dibangun oleh Syekh Burhanuddin melalui metode penelitian kualitatif pendekatan historis dekskriptif analisis. Teknik pengumpulan data menggunakan snowball sampling dengan mengambil lokasi di Ulakan Padang Pariaman, Kenagarian Puluik-Puluik dan Kapujan Bayang Pesisir Selatan, Kenagarian Supayang Payung Sekaki kabupaten Solok, serta Koto Tangah Kota Padang. Penelitian menunjukkan bahwa sistem dakwah kultural Syekh Burhanuddin terintegrasi dan bercorak multi level dakwah dalam jejaring dakwah yang dikenal dengan tujuh pilar dakwah syattariyyah antara lain: Syekh Tuo Koto Tuo, Tuanku Qadi di Lubuk Ipuh, Angku Qadi tujuh Koto (Toboh Karambia), Tuanku Qadhi Koto Gadang, Ampu Sarak di Sintuak, Tuanku Qadi Toboh Gadang, dan Tuanku Qadi di Pakandangan. Ketujuh pilar tersebut merupakan refleksi representatif dari pemodelan dakwah kultural di Minangkabau. Kata Kunci: sistem dakwah; kultural; tujuh pilar dakwah. Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Volume 15 Nomor 2 (2021) 237-256 DOI: 10.15575/idajhs.v15i2.14888 http://journal.uinsgd.ac.id/index.php/idajhs ISSN 1693-0843 (Print) ISSN 2548-8708 (Online)