Bakti Sekawan : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Vol. 1, No. 1, Juni 2021 Hal 1 dari 7 http://journal.sekawan-org.id | Sekawan Institute Publisher | https://sekawan-org.id Intan Kusuma Wardani 1 , Siti Rabiatul Adawiyah 2 , Muhammad Sarifuddin 3 , Nofisulastri 4* 1,2 Dosen Program Studi Pendidikan Olah Raga, FIKKM Universitas Pendidikan Mandalika 3 Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, FBMB Universitas Pendidikan Mandalika 4 Dosen Program Studi Pendidikan Biologi, FSTT Universitas Pendidikan Mandalika 4 intankusumawardani@undikma.ac.id, 4 nofisulastri@undikma.ac.id Abstract This community service activity is expected that students will be able to independently transfer soft skills to empower the community through KKN (Real Work Lectures) and the impact of independent campus activities will give students the ability to compete in the world of work and even open new job opportunities. One of the solutions offered in this community service activity is the provision of soft skills with the vision of preserving the art culture of batik, namely batik shibori or tye dye. Achievement of community service activities involving Undikma students as agents of change is the hope of helping social change in the community as psychological health first aid for disaster survivors, especially the Covid 19 pandemic. The implementation method consists of five stages, namely communication; observation and legalization, strategies; execution (socialization of activities and training of Shibori batik), and evaluation. The activity was carried out from 03 September 2020 to 02 June 2021 with the target being Undikma students as members of the NTB shibori community. Each target has succeeded in making Shibori batik techniques with folding and coloring techniques based on their own creations with satisfactory category achievements. Where’s ≥ 90% of the participants (targets) were able to follow and demonstrate basic shibori techniques in folding and tying fabrics which are shown in independent demonstrations (without discussing or asking questions) and able to make decisions independently at the selection stage and how to dye the fabric colors which will later be used the final product . . Keywords : Batik, Shibori, Community Abstrak Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini diharapkan mahasiswa nantinya secara mandiri mampu menstransfer soft skills untuk melakukan pemberdayaan masyarakat melalui KKN (Kuliah Kerja Nyata) dan dampak kegiatan kampus merdeka memberikan mahasiswa nantinya mampu bersaing di dunia kerja bahkan membuka peluang kerja baru. Salahsatu solusi yang ditawarkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pemberian soft skils dengan visi melestarikan budaya seni batik yaitu batik shibori/tye dye. Pencapaian kegiatan pengabdian melibatkan kalangan mahasiswa Undikma sebagai agent of change menjadi harapan untuk membantu perubahan sosial masyarakat sebagai psychological health first aid para penyintas bencana khususnya pandemik covid 19. Metode pelaksanaan sebanyak lima tahap yaitu komunikasi; observasi dan legalisasi, strategi; eksekusi (sosialisasi kegiatan dan pelatihan batik shibori) dan evaluasi. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan yaitu sejak 03 September 2020 s/d 02 Juni 2021 dengan sasaran target adalah mahasiswa Undikma sebagai anggota pemula komunitas shibori NTB. Setiap sasaran telah berhasil membatik teknik Shibori dengan teknik pelipatan dan pewarnaan berdasarkan kreasi sendiri dengan pencapaian kategori memuaskan. Dimana ≥ 90% dari peserta (sasaran target) mampu mengikuti dan memperagakan teknik dasar shibori dalam pelipatan dan pengikatan kain yang ditunjukkan secara demonstrasi mandiri (tanpa berdiskusi atau bertanya) dan mampu mengambil keputusan secara mandiri pada tahapan pemilihan dan cara pencelupan warna kain yang nantinya dijadikan produk akhirnya. Kata Kunci: Batik, Shibori, Komunitas *Penulis Korespondensi : Nofisulastri Pendampingan Seni Batik Bersama Komunitas Shibori Tingkat Pemula